Nasional

Rabu, 23 September 2020 - 07:05 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Mencicipi Mendoan Jumbo Pak To

Mendoan jumbo ala Pak To, di Jalan Taman Pinang Sidoarjo, menarik untuk dinikmati. Saya tidak menulis tentang makanan yang menjadi kontroversi antara Halal Haram, namun dari segi jajanan murah yang mungkin saja Anda sudah pernah memakannya.

Melansir dari Wikipedia, Mendoan adalah makanan sejenis gorengan yang berasal dari wilayah Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah. Kata “mendoan” dianggap berasal dari Bahasa Banyumasan yaitu mendo yang berarti setengah matang atau lembek.

Iya, gorengan memang menggiurkan, salah satunya mendoan itu, dan disukai banyak orang. Berbahan dasar tempe yang dibalut dengan tepung. Makanan ini sederhana, tapi peminatnya luar biasa.

Dari namanya saja Mendoan, singkatan dari ‘mendo-mendo dipangan’, kalau boleh saya artikan dimakan setengah matang. Sesuai dengan keinginan pembelinya, Pak Ikhuwan, sengaja minta ke pak To mendoan digoreng setengah matang. Kebayangkan, gimana rasanya tempe mendoan.

Mendoan yang dibeli kali ini ukurannya memang jumbo, sepulang dari beli, saya ukur panjang tempe itu 20 cm, dan lebar 12 cm, kalau ketebaan, tidak lebih dari 0,5 cm. Kebayang, betapa langsingnya itu mendoan. Kalau saya diminta untuk mengukur berapa volumenya, mungkin pak Junaedi, atau pak Agus Setyobudi guru matematika SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) lebih mahir dari saya.

Kembali ke mendoan yang setengah matang, kondisinya terlihat dan terasa lembek. Kalau orang Jawa mungkin bilangnya klemar-klemer saking lemas dan lembutnya. Nah, kalau dilihat dari penampakannya, mendoan yang baru diangkat dari penggorengan masih lumayan sih daripada yang sudah dingin. Kalau dingin, semakin lemas lah mendoan ini. Ingat, jangan berfikir macam-macam.

Mungkin, sebagian orang tidak suka dengan perwujudan mendoan yang lemas begitu. Sebagai netizen, kita tidak perlu memperdebatkan yang namanya mendoan, baik yang penggemar makan mendoan hangat, ataupun penggemar makan mendoan yang sudah dingin.

Sudah, sudah, sudah, tidak perlu dibahas di sini. Anda tak perlu klaim sana klaim sini, makan saja mendoan dengan cabe rawit, sudah selesai semua masalahnya, hehehehe.

Nah, pasangan sejoli apa ya yang mungkin pas untuk si mendoan ini. Bagi yang doyan pedas, tidak apa langsung makan mendoan dengan cabe. Pilihan kedua, makan mendoan dengan dicocolkan di sambel petis khas Sidoarjo. Kalau di Pacitan, disandingkan dengan nasi hangat dan dilumuri kecap manis. Heemmmm, kebayang gak rasanya.

Sudah ya nulisnya, kurang lengkap kalau hanya sekedar bayangin mendoan jumbo itu. Makan saja langsung lebih nikmat, tapi beli sendiri ya, kasihan kalau pak Ikhuwan harus belikan Anda semua bersama keluarga.

Bagi ibu-ibu hamil yang lagi ngiler, maaf loh kalau kepinginnya terlalu, saya tidak bertanggung jawab atas kejadian ini.

Oleh: Emil Mukhtar Efendi

Artikel ini telah dibaca 744 kali

Baca Lainnya