Hukrim

Selasa, 29 September 2020 - 12:05 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Melawan Saat Akan Diringkus, 2 Pelaku Curanmor Dilumpuhkan Polsek Sukolilo

Surabaya – Unit Reskrim Polsek Sukolilo meringkus 2 (dua) dari 4 (empat) pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di wilayahnya. Bahkan, dua pelaku itu juga mendapat hadiah timah panas di masing-masing kakinya, karena melawan saat akan diringkus.

Mereka yang merupakan residivis untuk kasus yang sama adalah Abdul Azis (25) warga Madula Ombeng, Sampang dan Ainul Yakin (24) warga Jalan Bulak Banteng Surabaya. Sementara, dua pelaku lainnya yakni FI dan KH, saat ini masih DPO dan dalam pengejaran polisi.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin, penangkapan dua pelaku yang tergolong sadis itu, berawal dari hunting system anggota opsnal Polsek Sukolilo. Sebab para pelaku curanmor ditengarai sering beraksi saat pagi hari.

“Saat opsnal, anggota kami bertemu kelompok ini pada Selasa,(29/9/2020) pagi. Kami curiga karena mereka mengendarai motor matic tanpa plat nomor. Dan benar saja, setelah dibuntuti menuju Jalan Kejawan Putih Tambak. Para pelaku berhenti dan berdiri di depan pintu pagar sebuah rumah,” ujar Abidin.

“Dua pelaku turun untuk melakukan eksekusi, sementara dua pelaku lainya menunggu di atas motor sambil melihat situasi sekitar TKP. Anggota kami segera memberikan tembakan peringatan. Sebab pelaku Abdul Azis terlihat memegang sajam jenis pisau penghabisan, ” tambahnya.

“Bukannya menyerah, pelaku Abdul Azis dan Ainul Yakin justru terindikasi akan melawan. Hingga kami lumpuhkan dengan tembakan di kaki. Sementara pelaku FI dan KH berhasil kabur dan melarikan diri, ” pungkasnya.

Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa 1 (satu) unit sepeda motor Vario tanpa plat nomor, sebuah Sajam Pisau Penghabisan, Kunci T beserta 4 (empat) matanya, 2 (dua) buah Kunci L, sebuah kunci Magnet, jaket warna hijau, celana panjang warna biru, serta ponsel Samsung A 20 warna hitam dan ponsel Samsung FM warna biru hasil kejahatan.


 

Editor: Joe Mei

Artikel ini telah dibaca 465 kali

Baca Lainnya