Ekonomi Bisnis Nasional

Kamis, 1 Oktober 2020 - 06:21 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Bank Indonesia Jawa Timur Berharap Fesyar Regional Jawa 2020 Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional

Surabaya – Bank Indonesia kembali menggelar Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2020, sebagai salah satu rangkaian kegiatan menuju Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF). Yang merupakan event ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia.

Tahun ini, kegiatan itu mengambil tema “Akselerasi Peran Ekonomi Syariah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional”.

Rencananya, Fesyar Regional Jawa 2020 akan berlangsung pada 5 – 10 Oktober 2020 dan digelar secara virtual. Yang akan menampilkan dan mempromosikan berbagai produk, serta kegiatan terkait ekonomi syariah secara terstruktur di seluruh regional Jawa.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, Jawa berperan dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, “Dengan jumlah pesantren mencapai 75,51% dari total nasional. Jawa menjadi poros pemberdayaan ekonomi pesantren nasional,” ujar Difi melalui video conference bersama awak media, Rabu (30/9/2020).

 

Gelaran Fesyar Regional Jawa 2020 sendiri, akan terdiri dari Sharia Forum dan Sharia Fair. Sharia Forum merupakan rangkaian kegiatan seminar, talkshow & workshop serta business coaching. Sedangkan Sharia Fair menghadirkan virtual expo, fashion show, coaching clinic dan business matching.

Lebih lanjut Difi menambahkan, bahwa Fesyar Jawa 2020 merupakan penyelenggaraan Fesyar virtual pertama setelah memasuki tahun ke tujuh.

“Penyelenggaraan Fesyar tahun ini mengedepankan engagement antara Bank Indonesia dengan pelaku usaha, UMKM serta masyarakat luas lainnya. Selain itu, pengembangan UMKM dan pendalaman ekonomi syariah, tidak hanya berhenti pada momen Fesyar saja. Namun Bank Indonesia berkomitmen untuk menindaklanjuti dan melakukan pendampingan sampai UMKM on boarding,” tambahnya.

Sementara Imam Subarkah selaku Ketua Fesyar Regional Jawa 2020 menjelaskan, guna mendukung akselerasi ekonomi syariah. Bank Indonesia terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta stakeholders lainnya, antara lain seperti sinergi program OPOP yang memiliki potensi sangat besar dengan 3 pilar utama yang dimilikinya.

Di sisi lain, Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Harmanta menambahkan, berbagai upaya dalam mendukung UMKM go Global dan UMKM go digital juga dilakukan dalam rangkaian kegiatan Fesyar.

“Tahun ini UMKM akan mendapatkan kelas business coaching secara khusus mulai dari branding, persiapan on boarding di marketplace, dukungan standarisasi produk makanan minuman yang layak edar, standarisasi halal, hingga cara bagaimana meraih pasar global,” pungkas Harmanta.


 

Reporter: ANto

Editor: Joe Mei

Artikel ini telah dibaca 227 kali

Baca Lainnya