Hallo Polisi

Jumat, 2 Oktober 2020 - 06:19 WIB

4 tahun yang lalu

logo

foto : istimewa

foto : istimewa

Kasat Sabhara Polres Blitar Mundur dari Polri karena Kerap Dibilang “Banci” oleh Kapolresnya

Surabaya – Kerap mendapatkan perlakuan arogansi dari atasannya, Kasat Sabhara Polres Blitar, AKP Agus Hendro Tri Susetyo mengajukan surat pengunduran diri dari anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

AKP Agus Hendro Tri Susetyo mengaku, dirinya tak terima karena sering mendapatkan perlakuan tidak mengenakan di hati dari Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Prasetyo.

“Saya mengakui dalam bertugas memang setiap anggota polisi tidak selalu sempurna. Namun, saya tak terima dengan kata-kata kasar yang dilontarkan kepada saya dan anggota lain. Karena setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan,” kata AKP Agus Hendro Tri Susetyo seperti dilansir dari merdeka.com.

AKP Agus Hendro menjelaskan, setiap Kapolres Blitar marah, ada saja perkataan yang tidak menyejukkan di hati yang dilontarkan. Ia pun mengakui dalam bertugas anggota polisi tidak selalu sempurna. Namun, dirinya tidak terima dengan setiap cacian kasar yang dilontarkan kepadanya.

“Saat ada yang tidak cocok atau ketika beliau marah pasti makian kasar yang diucapkan. Mohon maaf, kadang sampai menyebut binatang, bajingan dan lain-lain. Yang terakhir, sama saya sebenarnya tidak separah itu. Hanya mengatakan banci, lemah, bencong, tidak berguna dan lain sebagainya,” cetusnya di Mapolda Jatim, Kamis (1/10/2020).

Hal itu yang membuat AKP Agus Hendro memutuskan untuk mengundurkan diri dari anggota kepolisian. “Sebab itulah saya datang ke sini (Polda Jatim) membawa surat pengunduran diri,” ujarnya.

Tidak hanya pengunduruan diri secara lisan, AKP Agus Hendro juga membawa surat pengunduran diri yang langsung ditujukan ke Kapolda Jatim dengan tembusan ke Kapolri.

“Hari ini saya resmi mengundurkan diri dan saya sengaja mengirim surat pengunduran diri sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada Bapak Kapolda, nanti tembusannya Bapak Kapolri dan seterusnya. Tinggal menunggu proses lebih lanjut,” terangnya.

Menurutnya, perlakuan dan sikap Kapolresnya itu tidak mencerminkan perilaku polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Pasalnya, Kapolres sering mencopot jabatan seorang anggota jika ada yang melakukan kesalahan, tanpa dilakukan pembinaan.

Padahal, lanjut AKP Agus Henndro, dia dan anggota lainnya setiap hari berusaha bekerja semaksimal mungkin, baik itu di instansinya sendiri dan masyarakat. Namun malah mendapat perlakuan arogansi.

“Hati saya sudah tidak bisa menerima. Karena ada tekanan seperti ini (tekanan psikis). Kita sudah sama-sama bekerja setiap hari siang dan malam demi masyarakat. Juga bekerja sama-sama dalam memutus mata rantai Covid-19. Tidak ada arahan apapun dari Kapolres. Tapi jika tidak benar langsung seperti itu. Sebenernya kan kalau salah dibina, bukan dimaki terus-terusan. Kadang main copot jabatan. Emangnya kalau copot orang itu bisa lebih baik. Belum tentu kan,” pungkasnya.


Editor : Kholid

Artikel ini telah dibaca 505 kali

Baca Lainnya