Hukrim

Rabu, 7 Oktober 2020 - 02:00 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Terdakwa Bantah BB 100 Kg Bukan Miliknya

Penasehat Hukum Farizi SH : Barang Bukti Sabu 100 Kg Pemiliknya Sudah Meninggal Bukan Milik Terdakwa

Surabaya – Perkara bandar narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 100 kg disidangkan diruang Garuda 2, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (05/10/2020).

Melalui teleconference terdakwa Ari Wirawan menjalani proses sidang lanjutan dengan agenda saksi penangkap.

Saksi penangkap yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umun (JPU) yakni Ali Fakhrudin dari kepolisian Polrestabes Surabaya.

Dihadapan majelis hakim, Ali Fakhrudin menyampaikan, penangkapan terdakwa Ari Irawan merupakan hasil dari pengembangan pemilik barang narkoba jenis sabu seberat 100 kg.

“Dari pengakuan terdakwa telah mengirimkan sebanyak 5 kali dan peran Terdakwa ini tau tempat penyimpanan dan jumlah barang tersebut,” terang Ali dihadapan Majelis Hakim.

Mendengar pengakuan saksi penangkap, penasehat hukum terdakwa Fariji dari LBH Lacak menanyakan terkait Barang Bukti Sabu dan terkait upah apakah dikirim di rekening terdakwa.

“Barang bukti hanya HP dan ATM selain itu tidak ada. Untuk upah diberikan global ada yang dikirim direkening sebagian dan ada juga yang cash,” ujar Ali saat ditanya oleh kuasa hukum terdakwa.

Mendengar keterangan saksi terdakwa membantah bahwa ia tidak mengetahui terkait tempat dan jumlah barang.

“Saya cuma mengambil saja,” kata terdakwa melalui sidang online di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sidang akan dilanjutkan Senin pekan depan, dengan agenda Kuasa Hukum terdakwa, menghadirkan saksi yang meringankan.

Perlu diketahui penangkapan terhadap Iwan Hadi Setiawan ( meninggal ), pada Senin (11/5/2020) lalu, di jalan Soekarno Hatta, tepatnya di sebuah apartemen Bale Hinggil Tower B, kamar nomor 2308.

Dari penangkapan Iwan Hadi Setiawan petugas mendapatkan barang bukti narkotika berupa Sabu seberat 100 kg.

Kemudian petugas melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap barang bukti milik Iwan Hadi Setiawan.

Dari situlah petugas mendapatkan petunjuk bahwa adanya komunikasi antara Iwan Hadi Setiawan dengan Ari Wirawan.

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan penangkapan oleh saksi Ali Fakhrudin dan saksi Agus Suprianto anggota Kepolisian Polrestabes Surabaya.

Terdakwa Ari Wirawan menerima upah di bulan Maret dari Iwan Hadi Setiawan (meninggal dunia ) sebesar 5 juta. Pada bulan April 2020 menerima upah sebesar 6,3 juta dan Bulan Mei 2020 menerima upah sebesar 5 juta. Dengan cara mentransfer ke rekening terdakwa.

Saat dilakukan penangkapan terhadap terdakwa dan dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1 buah HP Merk Samsung, kartu ATM BCA an. ARI IRAWAN, dan 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.


Reporter : Yus

Redaktur :  Setiawan

Artikel ini telah dibaca 259 kali

Baca Lainnya