Hukrim

Jumat, 9 Oktober 2020 - 11:58 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Polrestabes Surabaya Tetapkan 22 Tersangka Pelaku Kerusuhan Demo Tolak Omnibus Law Di Surabaya

Surabaya – Sebanyak 253 orang diamankan Polrestabes Surabaya, akibat kerusuhan yang terjadi di sekitar gedung Negara Grahadi dan DPRD Jawa Timur, saat aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law di Surabaya.

Menurut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, dari jumlah tersebut, sebanyak 22 orang ditetapkan sebagai tersangka pelaku perusakan.

“Para tersangka kami identifikasi melalui rekaman kamera yang dimiliki polisi. Dari 22 pelaku, 5 (lima) merupakan pelaku dewasa dan 17 pelaku anak-anak. Khusus pelaku anak-anak, kami tetap mengedepankan diversi, asas praduga tak bersalah dan tetap tunduk terhadap hukum formil, terkait penindakan hukum,” ujar Isir, Jumat (9/10/2020)

Dari para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sebilah parang, 3 (tiga) buah bom molotov, 1 (satu) botol plastik berisi pertalite, serta puluhan batu paving dan batu bata.

Sementara itu, sebanyak 231 orang sisanya, yang rata-rata masih anak-anak, oleh polisi dikembalikan ke orang tuanya guna pembinaan. Termasuk memberi imbauan pada para orang tua, agar membekali anak-anaknya dengan tindakan positif. Selain itu, para orang tua diwajibkan mengawasi pergerakan anak-anaknya. Agar tidak ikut-ikutan melakukan tindakan yang merugikan, bahkan berdampak hukum.

Meski sudah menetapkan 22 orang sebagai tersangka pelaku kerusuhan. Isir memastikan akan memburu pelaku lainnya. Termasuk aktor intelektual penggerak massa perusuh yang didominasi oleh anak-anak tersebut.


 

Reporter: ANto

Editor: Joe Mei

Artikel ini telah dibaca 181 kali

Baca Lainnya