Ekonomi Bisnis Nasional Pemerintahan

Jumat, 23 Oktober 2020 - 03:10 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Jatim Fair Virtual 2020, Transformasi Digital Bagi Pelaku UMKM Adalah Sebuah Kebutuhan

Surabaya – Pameran Jatim Fair Virtual 2020 resmi dibuka. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan yang menjadi bagian rangkaian Hari Jadi ke-75 Provinsi Jawa Timur (Jatim) tahun ini, dikemas berbeda. Sebab pameran akan berlangsung dalam 2 (dua) bentuk, yakni secara offline selama 3 (tiga) hari (22-24 Oktober) dan online atau virtual selama 5 (lima) hari (22-26 Oktober).

Dengan tema ‘Transformasi Digital untuk Pemulihan Ekonomi’, konsep Jatim Fair Virtual 2020 ini dilaksanakan dengan komposisi 20% offline dan 80% online. Konsep offline diperuntukkan untuk kegiatan Business to Business (B to B) bagi undangan, yang merupakan para reseller Tokopedia terpilih yang memenuhi syarat kesehatan dan ekonomi.

Sedangkan konsep online melalui kegiatan Business to Consumer (B to C), yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dengan dua cara, yakni melalui marketplace Tokopedia dan juga website www.jatimfair.com.

Menurut Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, transformasi digital merupakan sebuah kebutuhan untuk membangun akses lebih luas untuk hari ini dan yang akan datang. “Pandemi Covid-19 hanya menjadi bagian untuk menyadarkan kita. Bahwa koneksitas untuk menggerakkan UMKM melalui penjualan secara online dengan memasukkan mereka pada marketplace, adalah sebuah kebutuhan,” ujar Khofifah saat membuka Jatim Fair Virtual 2020 di Grand City Surabaya, Kamis (22/10/2020).

“Co-founder Alibaba Jack Ma saat forum WTO 2018 lalu, sudah memprediksi bahwa di tahun 2030, 99% pelaku UMKM dunia akan melakukan proses perdagangan secara online. Artinya mulai hari ini kita harus melakukan literasi digital. Jika tidak, maka lewat. Setuju tidak setuju sekarang era digitalisasi,” tambahnya.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa proses literasi digital terutama untuk pelaku UMKM, harus sesegera mungkin dilakukan secara masif. Untuk itu, pihaknya mengajak segenap stakeholder untuk terus mendorong pelaku UMKM Jatim, agar mampu melakukan penjualan secara online, maupun melalui marketplace yang ada.

“Kami butuh support luar biasa dari semua pihak, baik government maupun private sector, untuk terus bersama-sama membangun kolaborasi dan sinergi mendorong pelaku UMKM Jatim masuk dalam e-commerce maupun melalui marketplace,” pungkasnya.

Pada saat pembukaan, juga dilakukan kerjasama secara virtual antara Pemprov Jawa Timur dengan Mesir, Afrika Selatan, Prancis, New Zealand, Hongkong, dan Tiongkok. Pameran ini diikuti lebih dari 150 booth kepesertaan dari berbagai Kabupaten/Kota se Jawa Timur, Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur, BUMN/BUMD, perusahaan manufaktur, perusahaan menengah ke bawah, pengrajin UKM dan koperasi, aneka kerajinan produk fashion, garmen, aksesoris, produk olahan kulit, olahan hasil pertanian, perkebunan, pariwisata, pendidikan, perbankan, serta makanan & minuman.

Sementara itu, menurut Direktur Operasional PT Debindo Mitra Tama, Budiono, selaku Exhibition Organizer, pelaksanaan Jatim Fair Virtual 2020 menerapkan protokol kesehatan secara konsisten sesuai Perwali Surabaya. “Untuk meminimalisir resiko penyebaran Covid-19, kami membatasi pengunjung paling banyak 100 orang, pada setiap sesi-nya, ” ujarnya.


 

 

Editor : Joe Mei

Artikel ini telah dibaca 133 kali

Baca Lainnya