Kasuistika

Senin, 26 Oktober 2020 - 10:08 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Toko Emas Wahyu Redjo Manukan ‘Akali’ Customer

Surabaya – Berhati-hatilah jika membeli perhiasan di Toko Emas Wahyu Redjo Manukan, Tandes Surabaya.

Pasalnya, untuk memiliki sebuah perhiasan justru di manfaatkan Toko Emas Wahyu Redjo.

Hal itu dialami customer bernama Dian Kios Tina Wardani, merasa dirugikan pihak toko emas Wahyu Redjo Manukan.

Dian menceritakan, awalnya membeli cincin emas dengan model CC MDL COR KTK BULAT RED MT HITAM dengan berat 2,8 Gram harga Rp.1.946.000, pada Rabu (21/10/2020).

Kemudian ia kembali ke toko emas Wahyu Redjo Manukan, Jumat (23/10/2020) untuk menukar perhiasan.

Penukaran perhiasan tersebut ada penambahan harga karena gramnya lebih besar dari yang ditukar.

“Saya membayar tambahan emas tersebut dengan memakai mesin kartu debet Electronic Data Capture (EDC) sebesar Rp.704.500 rbu,” ujar Dian, Sabtu (24/10/2020).

Lanjut Dian, setelah membayar melalui debet struk dari mesin tidak keluar sehingga tidak dapat di proses penukaran emas tersebut.

“Pegawai toko emas Wahyu Redjo bernama Eka mengembalikan perhiasan emas yang saya beli sebelumnya namun uang sebesar Rp.704.500 rbu sudah saya bayar melalui debet tidak dikembalikan,” beber Dian.

“Disini saya merasa dirugikan perhiasan emas yang saya tukar tidak bisa di proses dan uang saya belum dikembalikan,” imbuhnya.

Dian mengeluh harus menyertakan banyak persyaratan yang di minta pihak toko emas Wahyu Redjo, harus menyertakan print buku tabungan dan rekening koran.

“Saya kan kerja, waktu untuk ngeprint dan rekening tabungan nunggu saya libur kerja dan kalau tidak ada syarat tersebut uang saya tidak dikembalikan,” keluhnya.

Dian juga menjelaskan, perhiasan yang dibeli belum sampai tiga hari harus disuruh jual dan dipotong sesuai harga potongan.

“Kalau ditukar tidak bisa harus jual kembali karena sudah lewat tiga hari,” kata Dian menirukan pegawai toko emas Wahyu Redjo Manukan waktu itu.

Dian menambahkan, brarti kita rugi klau disuruh jual karena kena potongan penjualan, padahal saya beli perhiasan belum sampai tiga hari.

“Buktinya ada yakni pesan via whatsap antara pegawai toko emas Wahyu Redjo Manukan dengan saya,” terangnya.

Sementara itu, pihak toko emas Wahyu Redjo Manukan Budi Siswanto mengatakan, klau kesalahan itu bukan dari pihak kami namun dari sistemnya karena kita settel tidak keluar.

Transaksi uang sebesar Rp.704.500rbu pada jumat (23/10/2020) atas nama Dian Kios Tina Wardani tidak tercantum ketika di settel.

“Nah, transaksi tersebut baru diketahui hari ini adanya transaksi sebesar Rp. 704.500rbu atas nama Dian Kios Tina Wardani,” cetus Budi Siswanto penanggung jawab toko emas Wahyu Redjo Manukan, Senin (26/10/2020).

“Untuk mengambil uangnya, kita butuh rekening koran dan print buku rekening atas nama Dian Kios Tina Wardani kalau tidak ada itu kita gak bisa proses,” katanya.

Budi juga mengatakan, untuk tukar perhiasan pihak toko emas Wahyu Redjo Manukan memberikan kebijakan boleh ditukar dan tidak dikenakan potongan.

“Boleh ditukar perhiasan tersebut mas tanpa dijual kembali, kami berikan kebijakan,” bebernya.


Reporter : Samsul Arifin

Redaktur : Setyawan 

Artikel ini telah dibaca 6413 kali

Baca Lainnya