Hukrim Nasional

Kamis, 5 November 2020 - 13:27 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Polrestabes Surabaya Amankan Puluhan Milyar Upal Siap Edar

Surabaya – Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap sindikat pembuatan dan pengedaran uang palsu (upal). Dari sejumlah tersangka, diamankan sekitar 16 M uang palsu

Tersangka yang diamankan Polrestabes Surabaya ada 6 (enam) orang, yakni SWD, UMW, SYF, SGY, NSTM dan HRDS. Sementara SMRD, SMRJ dan SRKM, ditangkap Polres Ngawi. OLN ditangkap Polres Lamongan, AG ditangkap Polres Mojokerto Kota. Sedangkan HD dan ED yang berperan sebagai pengedar, masih dalam pengejaran.

Menurut Waka Polrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, komplotan ini beraksi sejak Mei 2019, “Jadi sudah setahun lebih yang lalu, mereka ini mulai berencana dan membuat uang palsu. Idenya berasal dari SGY dan NSTM. Dimana kedua tersangka ini meminta SYF untuk mendanai pembuatan uang palsu, ” ujarnya, saat gelar ungkap kasus di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (5/11/2020).

Kemudian SYF menghubungi HRDS selaku desainer upal. Sekaligus mereka membeli mesin cetak beserta peralatan lainnya secara bertahap, hingga menghabiskan biaya Rp 200 juta.

Selama setahun, komplotan ini mencoba berbagai cara agar upal yang diproduksi bisa semirip aslinya. Dan titik terang mulai terlihat sekitar Mei 2020. Saat itu, SGY mencetak upal pecahan Rp 100 ribu sejumlah Rp 10 M siap edar.

Masa pandemi Covid-19, menjadi angin segar bagi komplotan ini untuk mengedarkan upalnya. Proses peredaran pun disiapkan secara matang, termasuk membaginya dengan pengedar lain. Hingga mencoba memasukkan upal ini dalam mesin ATM. Meski gagal karena mesin ATM menolaknya.

“Para pelaku ditangkap di sejumlah daerah. Sebab jaringan ini terdiri dari investor, pengedar dan pencetak, yang berada di kota berbeda. Ada penangkapan di Jombang, Lamongan, Gresik, serta Jakarta. Beruntung uang palsu pecahan Rp 100 ribu berjumlah 16 miliar lebih ini belum sempat beredar,” tambahnya.

Selain mengamankan upal sebanyak 16 M, polisi juga mengamankan satu unit mobil Ertiga nopol L 1575 SB, satu unit Honda City nopol S 1385 OF, 5 (lima) buah HP, 18 lembar film plastik master cetak uang fix, 18 lembar film ofset master cetak uang fix, 106 lembar film plastik revisi master cetak uang, 96 lembar film ofset revisi master cetak uang,

2 (dua) lembar plat klise master cetak uang revisi, 20 lembar plat ofset yang belum terpakai, mesin ofset, mesin pres, mesin pengering, lemari pengering, 6 lembar film yang sudah terpakai, 66 lembar film yang belum terpakai, 2 (dua) rem kertas putih bahan untuk cetak uang, 16 tinta bekas pakai, handhel Black light, 5 (lima) lembar metrai 6.000 palsu, serta 1 (satu) set computer untuk menggambar uang palsu.

“Para pelaku akan kami jerat dengan pasal membuat Rupiah palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 Jo Pasal 27 UU RI No.7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, ” pungkas Hartoyo.


 

Reporter: Ahmad

Editor: Joe Mei

 

Artikel ini telah dibaca 220 kali

Baca Lainnya