Nasional

Senin, 16 November 2020 - 07:07 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Budidaya Jamur Tiram, Gadis Asal Gajahbendo Raup Omzet Jutaan Rupiah Perbulan dan Olahannya Tembus ke Rusia

Pasuruan – Pandemi tak membuat gadis asal Desa Gajahbendo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan ini berhenti berbisnis. Bahkan, pandemi seakan menjadi berkah baginya untuk meraup rezeki yang sebanyak-banyaknya.

Itu terbukti bahwa budidaya dan olahan jamur tiram Rumah Jamur Yeye di Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji tersebut telah tembus di pasar modern hingga diekspor ke Rusia.

Produksi Rumah Jamur Yeye ini mempunyai beberapa produk olahan, yakni keripik jamur tiram dengan berbagai varian rasa, nuget jamur dan es jamur.

Pemilik usaha, Wahyu Dwi Cahyani (31) menjelaskan, usaha yang ia jalani adalah berawal dari budidaya jamur tiram rumahan, dengan lahan seadanya.

“Sebetulnya mulai 2018 dengan modal 1 juta juga banyaknya jamur dari para petani yang menumpuk untuk sulit dipasarkan. Selanjutnya ada saran dari teman agar membuat olahan berbahan jamur tiram,” katanya, Senin (16/11/2020).

Sementara untuk merek produk kripik jamur Yeye, lanjut yani secara legalitas sudah mendapatkan audit Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan PIRT level 1.

“Secara legalitas, produk kami telah lolos audit Dinkes PIRT Level 1 dan untuk label halal MUI dan BPOM saat ini dalam pengurusan,” katanya.

Untuk omzet pemasaran itu sendiri, Yuni menambahkan omzet pemasaran kripik jamur sudah merambah di pasar modern dan sudah tersebar dibeberapa kota.

“Dalam sebulan kami bisa tembus Rp 10 juta dari pasar modern juga beberapa kota yakni Sidoarjo, Surabaya, Jawa Tengah dan juga Jakarta. Serta menembus pasar ekspor ke Rusia,” pungkasnya.


Editor : Kholid

Artikel ini telah dibaca 340 kali

Baca Lainnya