Kasuistika

Selasa, 17 November 2020 - 15:01 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Pemuda IYC Pertanyakan Kinerja Bupati Bangkalan Dan Transparansi Dana DID Dan BTT

Bangkalan Madura – Para pemuda Bangkalan yang tergabung dalam lembaga organisasi Indonesia Youth Congres (IYC) menyoroti transparansi penggunaan Dana Insentif Daerah (DID) dan Belanja Tidak Terduga (BTT) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Dana DID senilai Rp 27,4 miliar yang dicairkan dalam dua tahap pada Juni dan Agustus 2020 itu diperuntukkan untuk pemulihan ekonomi serta pemulihan Covid-19. Sedangkan dana BTT hasil dari refocussing senilai Rp 88 Miliar.

Korlap Aksi, Hasbi Abdul Malik mengatakan masyarakat perlu tahu dengan program yang akan sedang dan telah dilaksanakan oleh pemerintah sehingga keikutsertaan dalam mengawal serta mengevaluasi kegiatan program bisa kian maksimal.

“Bahwa pemerintah tidak dapat memberikan dampak adanya Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana BTT kepada masyarakat Bangkalan. rakyat butuh keterbukaan informasi, untuk apa saja dana DID itu. Fungsinya untuk pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan di masa pandemi nyatanya lebih banyak yang berbentuk fisik,” ujar Hasbi Senin (16/11).

Tak hanya itu, para aksi juga menyinggung 2 tahun kepemimpinan R. Abdul Latif Amin Imron sebagai Bupati Bangkalan. Sebab fungsi sebagai pemangku kebijakan ditengarai tidak dijalankan dengan baik.

“Bagaimana mungkin, Bupati bisa mencairkan dana DID jika detailnya saja tidak tahu. Atas dasar ini juga kinerja bupati perlu dipertanyakan, apakah Bupati Bangkalan mempunyai Integritas sebagai seorang bupati (Pemimpin daerah, red),” ungkap Hasbi.

Lanjut Hasbi Rakapitulasi Data Anggaran terkait Dana BTT yang diberikan kepada DPRD itu tidak singkron dengan Rekapitulasi yang di pegang oleh IYC masalahnya Anggarannya jauh dan sangat fantastis.

Oleh sebab itu, masa aksi membawa tiga tuntutan. 2 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, serta kebermanfaatan serapan dana BTT bagi masyarakat Bangkalan, serta transparansi DID dan BTT secara detail dan menyeluruh juga dampak kemajuan terhadap masyarakat Bangkalan.

Hingga aksi selesai Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan tidak tampak menemui para peserta aksi. Hanya saja Sekertaris Daerah (Sekda) Bangkalan Taufan Zairinsyah yang tampak menemui di tengah aksi.

Saat menemui peserta aksi Zairinsyah menjelaskan bahwa serapan dana BTT hingga kini sudah mecapai 47 persen disesuaikan dengan kebutuhan setiap OPD. Sementara dana DID diakuinya perealisasiannya sudah sesuai dengan mekanisme juga sesuai peruntukannya.

“Dana BTT itu merupakan mandat dari pusat yang harus dianggarkan oleh pemerintah daerah sebanyak 35 persen, jika tidak menganggarkan maka kita akan diblacklist. Sedangkan DID digunakan untuk pemulihan ekonomi, baik di bidang kesehatan, pertanian, infrastruktur maupun bidang lainnya, dan sekarang sedang dalam proses,” tandasnya.


Reporter : (Riyan/Aam)

Editor    : Setya

Artikel ini telah dibaca 245 kali

Baca Lainnya