Nasional

Kamis, 19 November 2020 - 09:14 WIB

7 bulan yang lalu

logo

ITS Bersama PT Robert Bosch Kembangkan Fasilitas Teaching Factory

Surabaya – Pendidikan vokasi harus dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA). Mendukung tujuan ini, Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang tergabung dalam Program Kampus Pendamping Kemitraan Tahun 2020. Menggelar Intensifikasi Mutual Agreement dan Strategi Kerjasama antara Pendidikan Vokasi dengan PT Robert Bosch Indonesia, Rabu (18/11/2020).

Menurut Muhammad Sigit Darmawan, Dekan Fakultas Vokasi ITS, program ini merupakan kegiatan yang didanai oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (MITRAS BUDI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

“Tujuannya untuk menumbuhkan Corporate Culture Satuan Pendidikan Vokasi di Indonesia. Dengan cara meningkatkan sinergi dan intensitas kolaborasi dengan IDUKA,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan 6 (enam) mitra Satuan Pendidikan Vokasi Afiliasi (SPVA). Yang terdiri atas Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) yang terdiri dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Jember (Unej), dan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang masing-masing berasal dari SMKN 5 Surabaya, SMKN 1 Singosari dan SMKN 2 Jember,

Sigit juga menjelaskan jika para mitra SPVA ini akan diberikan pembekalan dan umpan balik melalui kegiatan Forum Group Discussion (FGD). “FGD ini berupa workshop dengan berbagai tema, seperti Best Practice Teaching Factory untuk Pendidikan Vokasi Bidang Manufaktur dan Otomasi Industri, Kriteria Teaching Factory Bebasis Industri 4.0, Arah Pengembangan Dunia Industri Manufaktur, dan masih banyak lagi,” tambahnya.

Dekan Fakultas Vokasi ITS Muhammad Sigit Darmawan (kiri) saat memaparkan Program Kampus Pendamping Kemitraan 2020

Guna melancarkan program ini, Fakultas Vokasi ITS yang didukung oleh Departemen Teknik Mesin Industri ITS dan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM). Juga menggandeng dan melibatkan sepuluh mitra industri, yang salah satunya adalah PT Robert Bosch yang akan mengembangkan Teaching Factory di ITS.

“Teaching Factory ini akan memberikan pendekatan pembelajaran berdasarkan pengalaman kami di bidang Industri 4.0. Serta memberikan akses yang lebih mudah, bagi solusi perangkat lunak Industri 4.0,” ungkap Aziz Dhuha Abdul, selaku Business Development Manager of Connected Solutions PT Robert Bosch, yang hadir secara daring.

Lingkup kerja sama PT Robert Bosch dengan ITS, berupa pemberian metodologi khusus kepada ITS untuk dapat melakukan penilaian mandiri kesiapan Industri 4.0 dengan fasilitas Teaching Factory. Kemudian berdasarkan hasil penilaian mandiri tersebut, Bosch akan menyarankan solusi perangkat lunak atau software yang cocok, untuk di-instal dan diimplementasikan di masing-masing fasilitas Teaching Factory.

Aziz juga berharap kerjasama ini mampu menciptakan Corporate Culture antara Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) dan SMK dengan dunia industri. “Harapan kedepannya adalah adanya pemetaan potensi kerja sama dengan mitra-mitra industri lain. Agar Program Kampus Pendamping Kemitraan ini dapat terwujud dan turut membantu memajukan dan menguatkan Indonesia,” pungkasnya.


Reporter: M Faaza

Editor: Joe Mei

Artikel ini telah dibaca 73 kali

Baca Lainnya