Eksbis Pemerintahan

Jumat, 20 November 2020 - 22:23 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Walikota Risma Resmikan TaHuRa Lempung Sebagai Tempat Pelestarian Alam

Surabaya – Surabaya memiliki taman baru, yakni Taman Hutan Raya (Tahura) Lempung seluas 1,9 hektar, yang akan menjadi tempat pelestarian alam, tumbuhan dan ternak. Dilengkapi Tanaman Toga dan Bozem mini, Tahura yang berlokasi di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep Surabaya tersebut, diresmikan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Kamis (19/11/2020).

Menurut Risma dalam sambutannya, selain menjadi tempat wisata flora, Tahura Lempung juga dijadikan tempat edukasi bagi para pengunjung. Karena di tempat ini terdapat 3 jenis tanaman, yaitu tanaman herbal, buah-buahan serta biji-bijian.

“Di sini pengunjung bisa menemukan berbagai jenis tanaman toga dan produktif. Seperti ginseng, gondosuli, kejibeling, kunyit putih, hingga temu ireng, untuk jenis tanaman toga. Serta sorgum, sukun, terong hingga mangga, sebagai tanaman produktif. Selain tanaman, terdapat juga kandang ayam petelur dan juga bozem mini, untuk menampung air,” ujarnya.

Lebih lanjut Risma menjelaskan alasannya membangun Tahura di wilayah ini. “Beberapa tahun lalu, saat berkunjung ke sini, warga mengeluhkan adanya banjir. Hal ini disebabkan adanya masalah saluran air yang tidak terkoneksi. Akhirnya saya putuskan untuk membuat Tahura beserta mini boezem mini sebagai tempat resapan dan penampungan air,” tambahnya.

Di sela peresmian Tahura, Risma juga memanen sorgum, salah satu jenis tanaman produktif yang sudah waktunya untuk dipanen. Menurutnya, sorgum memiliki berbagai manfaat. Salah satunya bisa menjadi makanan pendamping beras. “Apabila terjadi kelangkaan beras, kita bisa mengonsumsi sorgum. Apalagi menurut penelitian, sorgum mengandung zat yang dapat menambah daya tubuh agar menjadi lebih kuat. Hingga imun tubuh meningkat dan tidak mudah terkena penyakit,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Yunianto Herlambang mengatakan, bahwa Tahura Lempung ini akan terbuka untuk umum. “Sebenarnya Tahura ini sudah buka. Hanya saja beberapa waktu ini kita tutup sementara untuk dibenahi,” ujarnya.

Menurut Yunianto, dalam 10 tahun terakhir ini, Surabaya punya program pengembangan ruang terbuka hijau besar-besaran, konsisten dan berkelanjutan. Saat ini, Surabaya sudah punya lebih dari 30% Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik dengan jumlah 475 buah yang tersebar di seluruh kota. Mulai dari taman, hutan kota, kawasan konservasi, hingga lapangan olahraga.


Reporter: M Faaza

Editor: Joe Mei

Artikel ini telah dibaca 95 kali

Baca Lainnya