Nasional

Minggu, 22 November 2020 - 07:37 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Mendikbud RI Nadiem Makarim Berharap Pendidikan Vokasi Berperan Strategis Dalam Pembangunan Indonesia

Surabaya – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim berharap agar pendidikan vokasi bisa menjadi salah satu solusi dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Hal itu ia ungkapkan saat membuka Seminar Nasional dan Kongres Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) 2020, yang digelar secara daring, Sabtu, (21/11/2020).

Seminar Nasional dan Kongres FPTVI ini merupakan acara tahunan. Dimana tahun ke tujuh ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya,didapuk menjadi tuan rumah. “Terima kasih kepada FPTVI yang memberikan kesempatan baik ini kepada ITS. Semoga kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat untuk Indonesia ke depannya,” ujar Rektor ITS Prof Mochamad Ashari dalam sambutannya.

Seminar dan kongres tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Industri untuk Menjadikan Indonesia Lebih Hebat”. Tahun ini, kegiatan difokuskan untuk membicarakan 4 (empat) hal, yakni Sinergi Industri, Pendidikan Vokasi dan Profesi, Teaching Factory, serta Keorganisasian dan Proker.

Menurut Ketua FPTVI Prof Budiyono, pembahasan pada Seminar dan Kongres FPTVI 2020 ini menyesuaikan kondisi terkini, yang masih dalam masa pandemi Covid-19. “Sidang komisi kali ini sedikit dimodifikasi, agar bisa mengakomodir isu-isu terkini. Harapannya, kongres ini bisa bermanfaat dan langsung diaplikasikan di Perguruan Tinggi masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi ITS Prof Muhammad Sigit Darmawan menambahkan, adanya pandemi Covid-19 ini bisa memberikan dampak positif maupun negatif. “Yang penting adalah bagaimana dapat menciptakan berbagai inovasi, yang merupakan PR kita semua sebagai penggiat pendidikan,” tuturnya.

Mendikbud RI Nadiem Anwar Makarim yang hadir secara daring juga menyampaikan sejumlah hal terkait Pembangunan SDM di Indonesia ke depannya. Ia engungkapkan, pembangunan SDM yang unggul merupakan kunci pembangunan Indonesia dan menjadi prioritas bangsa.

“Oleh sebab itu, pendidikan menjadi aspek penting dalam pembangunan SDM, termasuk pendidikan vokasi di Indonesia. Keseriusan pemerintah dalam memaksimalkan potensi dan menggarap pembangunan SDM, khususnya vokasi, dibuktikan dengan pembentukan direktorat jenderal khusus, yaitu Direktorat Jenderal Vokasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan bahwa Kemdikbud berkomitmen untuk mendorong kemajuan institusi pendidikan vokasi melalui strategi link and match. “Link and match kali ini tidak sekedar seremoni dan tanda tangan Memorandum of Understanding (MoU). Namun secara substantif sampai mewujudkan pendidikan dan lulusan vokasi yang relevan dengan dunia nyata,” tambahnya.

“Kemdikbud terus berusaha menghadirkan berbagai terobosan baru. Selain menambah daya tarik pendidikan vokasi, juga memberi kesempatan bagi peserta didik untuk memilih yang terbaik. Pekan lalu, Kemdikbud telah meluncurkan dua program terobosan, yaitu program SMK Diploma 2 (D2) jalur cepat dan program peningkatan prodi D3 menjadi sarjana terapan atau D4. Kami hadirkan program ini agar pendidikan vokasi lebih fleksibel dalam berjejaring dan menyiapkan calon tenaga kerja yang handal dan matang,” ungkap Nadiem.

Terakhir, Nadiem mengingatkan bahwa tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan vokasi ada di pundak kita semua. Ia berharap upaya baik ini dapat menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dan bisa semakin berperan strategis dalam memajukan Indonesia. “Salam vokasi kuat, menguatkan Indonesia,” pungkasnya.


Reporter: M Faaza

Editor: Joe Mei

Artikel ini telah dibaca 206 kali

Baca Lainnya