Eksbis Nasional

Selasa, 24 November 2020 - 02:48 WIB

7 bulan yang lalu

logo

OJK Fokus Tingkatkan Kinerja Internal dan Perbankan Untuk Pulihkan Ekonomi Nasional

Surabaya – Guna memulihkan perekonomian Nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) regional 4 Jatim akan lebih fokus untuk meningkatkan kinerjanya. Mulai dari sisi internal, perbankan, hingga layanan masyarakat, ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Regional 4 Jatim, Bambang Mukti Riyadi, saat Media Gathering OJK Regional 4 Jatim, di Surabaya, Senin (23/11/2020). Menurut Bambang, pihaknya bersama Bank Indonesia (BI) akan terus melakukan upaya untuk memulihkan perekonomian nasional, khususnya di wilayah Jatim.

“Kami terus bekerja keras dan menjaga integritas, hingga OJK menjadi lembaga yang kredibel. Serta bermanfaat bagi pelaku industri jasa keuangan dan masyarakat secara keseluruhan nantinya,” ujarnya.

Bambang menambahkan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Perbankan, telah bekerja sama melakukan Business matching dan survei lapangan pada sektor riil terdampak pandemi Covid-19. Sekaligus mengidentifikasi kegiatan usaha yang dapat menjadi motor pemulihan ekonomi di Jawa Timur.

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perizinan Moh Eka Gonda Sukmana (kiri), Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi (tengah) dan Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Budi Susetiyo (kanan)

Sementara itu, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perizinan, Moh Eka Gonda Sukmana menjelaskan, penyaluran kredit perbankan di Jatim per September 2020 yang produktif, terbagi sebesar 72,4%. Sedangkan pertumbuhan Year over Year (YoY) sebesar -9,3% dan Non Performing Loan (NPL) 5,3%. Untuk Non Produktif 27,6% . Pertumbuhan YoY 8,8% dan rasio NPL 11,2%.

Untuk kategori pengguna di sektor UMKM sebesar 66,3%. Sementara pertumbuhan YoY nihil dan rasio NPL 6,6%. Dan untuk Non UMKM 33,7% Pertumbuhan YoY 4,9 % dan rasio NPL 11%.

Lebih lanjut Eka menjelaskan, bahwa pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Jawa Timur pada Triwulan III 2020, masih terkontraksi akibat dampak pandemi Covid-19. Sektor Transportasi dan Pergudangan merupakan salah satu sektor yang berkontribusi terhadap perlambatan ekonomi, baik secara Nasional maupun di Jawa Timur. “Transportasi dan pergudangan minus 14%, Penyediaan Akomodasi Makanan dan Minuman minus 12,23% dan Pertambangan dan Penggalian minus 12,02%.” tambahnya.

Kedepannya, OJK akan fokus pada 5 (lima) kebijakan, yakni perpanjangan Relaksasi Kredit Untuk membantu UMKM menjaga keberlangsungan usahanya ditengah pandemi. Lalu Akselerasi Roda Perekonomian Daerah Memperluas akses keuangan daerah, guna menopang perekonomian nasional dan mempercepat serapan belanja Pemerintah.

 

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perizinan, Moh Eka Gonda Sukmana saat menjelaskan 5 Kebijakan OJK

Yang ketiga adalah Optimalisasi Peran Industri Keuangan Terintegrasi dukungan pembiayaan usaha padat karya, yang memiliki multiplier effect tinggi. Kemudian Percepatan Ekosistem Digital Ekonomi dan Keuangan, Terintegrasi Melanjutkan reformasi IKNB & PM agar memiliki daya tahan dan berdaya saing.

Dan yang terakhir adalah Penguatan Pengawasan Terintegrasi. Didukung dengan percepatan reformasi IKNB & PM serta penyempurnaan infrastruktur pengawasandan perizinan berbasis teknologi. “Inilah strategi OJK di tahun 2021 nanti. Dan kami berharap hal ini bisa tercapai,” pungkasnya.


Reporter: M Faaza

Editor: Joe Mei

Artikel ini telah dibaca 83 kali

Baca Lainnya