Ekonomi Bisnis Nasional

Jumat, 4 Desember 2020 - 00:07 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Bank Indonesia Optimis Perekonomian Jawa Timur Tumbuh Positif Dan Cepat Pulih

Surabaya – Bank Indonesia (BI) Jawa Timur optimis, dengan sinergi kebijakan Pemerintah Daerah dan Otoritas di Jawa Timur, dapat mempercepat pemulihan perekonomian Jawa Timur. Serta menopang Pemulihan Ekonomi Nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, saat kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020 bertema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”, di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (3/12/2020).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah

Menurut Difi, Survei Bank Indonesia mengkonfirmasi, bahwa perekonomian Jawa Timur pada triwulan III 2020 mengalami V-Shaped Recovery. Selain itu, Survei Kondisi Dunia Usaha (SKDU) dan Survei Penjualan Eceran (SPE), juga mengindikasikan perbaikan aktivitas usaha. Serta penguatan penjualan eceran Jawa Timur pada triwulan Ill 2020

“Hal ini tercermin dari membaiknya kinerja lapangan usaha utama Jawa Timur, seperti lndustri Pengolahan, Perdagangan dan Konstruksi. Selain juga, lapangan usaha Akomodasi & Mamin, serta Transportasi, juga mulai menunjukkan pemulihan. Hal ini termasuk sektor pariwisata, meski aktifitasnya masih terbatas,” ujarnya.

“Oleh sebab itu, momentum pemulihan ekonomi nasional, perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi semua pihak. Baik Pemerintah, Bank Indonesia, maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkap Difi.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berhasil menjaga resiliensi dan percepatan pemulihan perekonomian. Hal ini diwujudkan dengan percepatan realisasi anggaran hingga triwulan III 2020, baik dari sisi APBN, APBD, maupun kabupaten/kota.

Realisasi belanja daerah di Provinsi Jawa Timur Triwulan III 2020 mencapai 65%. Hal ini termasuk yang tertinggi dibandingkan dengan realisasi provinsi lain, yang hanya berada di kisaran 50%.

Sedangkan dari sisi pembiayaan, restrukturisasi kredit yang dilakukan perbankan telah diberikan kepada 2,4 juta nasabah Jawa Timur, dengan nominal kredit sebesar Rp 106,4 triliun.

“Kedepannya BI Jawa Timur akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan menjaga kestabilan harga, bekerjasama dengan pemerintah daerah, penguatan TPID dan perdagangan antar daerah, serta pengembangan klaster komoditas strategis,” tambah Difi.

Selain itu, BI juga terus mendorong ekonomi digital. Untuk menjadikan Jawa Timur sebagai smart province, melalui percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (Elektonifikasi Transaksi Pemerintah/ETP), Perluasan elektronifikasi transaksi pembayaran (ORIS), On-boarding UMKM, serta Digitalisasi UMKM.

BI meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, salah satunya kerjasama Penguatan Ekonomi Syariah

Tak lupa, BI akan meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, seperti Penguatan Ekonomi Syariah dengan KSBP, Pondok Pesantren, dan OPOP, Riset dan survei dengan berbagai lembaga, Penguatan Rumah Kurasi, serta bersinergi dengan OJK untuk penguatan literasi dan inklusi keuangan.

” Penyelenggaraan PTBI secara rutin setiap akhir tahun ini, guna menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan, serta arah kebijakan Bank Indonesia. Ini juga sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi Bank Indonesia,” pungkasnya.


Reporter: ANto tse

Editor: Joe Mei

 

 

Artikel ini telah dibaca 258 kali

Baca Lainnya