Ekonomi Bisnis Nasional

Jumat, 4 Desember 2020 - 14:04 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Seribu Guru Se-Jatim Ikuti Webinar Literasi Keuangan

Surabaya – Memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur menggelar Webinar Inovasi Lembaga Jasa Keuangan kepada guru SMP dan SMA/sederajat seJawa Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJKD) Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan Komisi Nasional Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut berlangsung 3 kali, yakni pada 25 dan 30 November 2020, serta 3 Desember 2020.

Webinar yang diikuti lebih dari seribu guru SMP dan SMA itu, mengulas materi mengenai produk dan layanan keuangan di Perbankan, Industri Keuangan Non Bank dan Pasar Modal.

Menurut Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi, kegiatan berupa literasi kepada guru diselenggarakan rutin setiap tahun, termasuk di masa pandemi ini. Mengingat peran strategis guru, hingga ditetapkan menjadi prioritas sasaran literasi keuangan oleh Presiden Republik Indonesia.

“Webinar kepada guru ini, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan literasi yang dilaksanakan sepanjang tahun 2020, yaitu program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan webinar series kepada lebih dari 5.000 Pelajar/Mahasiswa di Jawa Timur,” ujarnya, Jumat (4/12/2020).

“Kegiatan ini juga sebagai bagian dari upaya mendukung Peraturan Presiden RI Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) untuk mendorong pencapaian tingkat Inklusi Keuangan di Indonesia,” tambahnya.

“Indeks inklusi keuangan di Jawa Timur pada tahun 2019 mencapai 87,96%, atau melampaui indeks inklusi nasional yaitu 76,19%. Pemerintah menargetkan indeks inklusi keuangan nasional pada tahun 2024 mencapai 90%,” ungkapnya

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menyampaikan, bahwa literasi keuangan bagi pelajar usia 7 – 18 tahun, penting dilakukan untuk mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing. Serta diharapkan dapat memberikan daya dorong meningkatnya literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur.

“Untuk itu peran Guru sangat diperlukan untuk menunmbuhkembangkan pemahaman, pentingnya perngetahuan mengenai industri keuangan. Serta pengelolaan keuangan yang benar dan aman. Hingga tidak terjebak dalam praktek lembaga keuangan ilegal.” ujar Khofifah.

Khofifah juga meminta, agar kegiatan literasi keuangan kepada guru terus dilakukan secara berkelanjutan. Serta menjadi motor penggerak dalam peningkatan literasi keuangan. Yang pada akhirnya, meningkatkan inklusi keuangan di Jawa Timur.


Reporter: ANto tse

Editir: Joe Mei

Artikel ini telah dibaca 80 kali

Baca Lainnya