Nasional Politik

Rabu, 9 Desember 2020 - 08:17 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Gubernur Khofifah Minta Bupati/Walikota Terpilih Tidak Gelar Perayaan Euforia Untuk Mencegah Kluster Baru Covid-19

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meminta masyarakat Jawa Timur yang menggunakan hak pilih dalam gelaran Pilkada Serentak 2020, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal itu ia sampaikan, usai menggunakan hak suaranya di TPS 25 Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Rabu (9/12/2020).

Saat mencoblos, Khofifah yang ditemani putra bungsunya, Ali Mannagalli, berjalan kaki dari kediamannya. Sebab TPS 25 yang menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat tersebut, terletak di sebelah kediaman Khofifah,

Warga yang hendak mencoblos ke TPS diwajibkan menggunakan masker. Sebelum masuk bilik pencoblosan, Khofifah dan juga warga lainnya, mencuci tangan dengan sabun dan diperiksa suhu tubuhnya.

Kemudian, saat hendak mencoblos, Khofifah juga menggunakan sarung tangan plastik yang disediakan panitia. Setelah mencoblos, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga diarahkan untuk membuang sarung tangan sekali pakai tersebut ke tempat sampah. Lalu mencuci tangan kembali sebelum kembali ke kediaman.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama putra bungsunya, Ali Mannagalli, saat memasukkan surat suara dalam kotak suara di TPS 25 Kelurahan Jemur Wonosari Surabaya

Usai mencoblos, Khofifah berpesan agar siapapun calon bupati/walikota yang terpilih nanti, tidak melakukan perayaan euforia yang berlebihan, “Saat ini kita masih dalam suasana pandemi Covid-19. Siapapun yang terpilih, mohon syukuran dilakukan tidak euforia. Tidak perlu melakukan kegiatan syukuran yang berpotensi mengumpulkan massa, ” ujarnya.

“Saya khawatir syukuran yang dilakukan tanpa menerapkan protokol kesehatan, akan menimbulkan klaster baru. Tolong petugas TPS untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hingga tidak terjadi penularan Covid-19. Ingat, pandemi ini belum selesai,” pungkasnya.

Sehari sebelumnya, Khofifah didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapoda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, komisioner KPU dan Bawaslu Jatim, memantau persiapan Pilkada Serentak 2020 di TPS 08 Kebomas Gresik.

Saat itu, Khofifah juga meminta KPU dan Bawaslu untuk selalu memonitor dan mengawal pencoblosan ini pada 9 Desember 2020 ini. Serta, memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Termasuk penyediaan bilik khusus untuk pemilih yang bersuhu badan tinggi.

Dalam gelaran Pilkada Serentak 2020, sebanyak 19 kabupaten/kota di Jawa Timur menggelar Pilkada dengan total jumlah 40.607 TPS.


Reporter: Ahmad

Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 379 kali

Baca Lainnya