Pendidikan

Rabu, 30 Desember 2020 - 01:44 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Dewan Pers Sepakat Materi UKW Dapat di Kemas Untuk Diklat Jurnalistik

Surabaya – Inisiator Uji Kompetensi Wartawan mandiri (Solopos) Agung Santoso Konsolidasi dengan Dewan Pers untuk mencetak wartawan yang berkompeten di seluruh wilayah Indonesia.

Konsolidasi tersebut ada beberapa ide diantaranya materi UKW kedepan akan di kemas melalui Diklat ( pendidikan dan pelatihan) jurnalistik.

“Anggota Dewan Pers sangat setuju dan mengapresiasi ide saya tentang 12 FC materi UKW (Uji Kompetensi Wartawan) di kemas untuk diklat (pendidikan dan pelatihan) jurnalistik, agar benar-benar para wartawan yang akan mengikuti UKW sudah merasa siap,” ujar Agung Santoso, rabu (30/12/2020).

Sementara itu, Djauhar sapaan akrab pria yang pernah berkiprah menjadi jurnalis di harian Bisnis Indonesia ini , dalam UKW Mandiri Solopos gelombang pertama menjadi tim penguji, bahwa ide atau gagasan materi UKW bisa di pakai sebagai bahan materi diklat jurnalistik dapat digunakan untuk persiapan para jurnalis, agar ketika UKW tidak terlihat grogi, bingung apalagi ketika ditanya penguji tidak tahu bagaimana menjawabnya.

“Saya setuju dengan ide sampeyan mas Agung, tentang materi UKW bisa dikemas menjadi materi pelatihan diklat jurnalistik,” tegas Djauhar yang di dengarkan 6 tim penguji dari Solopos (4 penguji, 2 magang) dan seluruh peserta UKW mandiri Solopos. Gelombang pertama, berlangsung pada 26-27 Desember 2020 kemarin.

Menyinggung tentang evaluasi UKW mandiri Solopos gelombang pertama, Agung yang mendampingi mendampingi selama dua hari, mengungkapkan bahwa UKW selama dua hari ternyata cukup padat materi ujinya mulai pukul 09.00 hingga menjelang waktu magrib, semua peserta benar-benar diuji, mulai dari penulisan ‘essay’ yang dibuat sendiri, sampai pada teknik menulis berita, menyunting berita, editing berita, teknik wawancara hingga rapat redaksi dan evaluasi redaksi di lakukan secara ketat.

Namun penguji juga memberikan peluang melakukan pembenahan jika ada tulisan yang kurang sesuai dengan standarisasi bagaimana menulis berita dengan cara yang benar.


Reporter : Rizchi 

Redaktur : Setiawan 

Artikel ini telah dibaca 409 kali

Baca Lainnya