Daerah Pendidikan

Rabu, 6 Januari 2021 - 18:33 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Dewi Ega S.A.P., M.M Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Bangkalan di Meja Kerjanya. (Foto: Anam/klikku.net)

Dewi Ega S.A.P., M.M Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Bangkalan di Meja Kerjanya. (Foto: Anam/klikku.net)

Awal Tahun 2021 Bidang SD Disdik Bangkalan Beber Prestasi dan Proyeksi Selama Masa Covid-19

Bangkalan — Ditengah keterbatasan selama masa pandemi Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) pada 2020, di awal tahun 2021 Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Bangkalan ungkap raihan prestasi peserta didik serta proyeksi yang akan segera direalisasikan.

Diakui oleh Dewi Ega S.A.P., M.M. Kepala Bidang Pembinaan SD, selama melewati masa sulit tahun 2020 tidak mempengaruhi semangat pihaknya dalam meraih mutu pendidikan.

Mantan Pegawai Inspektorat kabupaten setempat yang kerap disapa Ega tersebut mengungkapkan ada beberapa siswa yang berhasil meraih juara lomba baik ditingkat provinsi hingga pusat selama tahun 2020, prestasi itu baginya merupakan salah satu bukti buah dari mutu pendidikan yang berhasil dicapai.

“Dengan tidak adanya anggaran karena refocusing Covid-19 terbukti beberapa siswa kita berprestasi ditingkat provinsi hingga pusat, pandemi tidak menyurutkan berprestasi, artinya pembinaan sekolah terus jalan.” terang Ega diruang kerjanya kepada Media klikku.net Rabu 6 Januari 2021.

Masih menurut Ega untuk proyeksi yang akan dilakukan pihaknya pada Januari awal tahun 2021 ini akan memberikan sosialiasi pada lembaga SD di delapan belas kecamatan mengenai tekhnis pengelolaan keuangan dengan menggandeng Bagian Keuangan Disdik setempat serta transparansi penggunaan dana BOS.

Juga tidak kalah pentingnya bagi Ega sosialisasi perihal penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) sehingga peserta didik penerima program tersebut bisa memaksimalkan fungsi dan manfaatnya.

Untuk penggunaan dana BOS menurut Ega masih perlu adanya pemantapan pemahaman mengenai jenis-jenis pemanfaatan pada beberapa sekolah, diantaranya untuk melakukan pemeliharaan yang kerusakannya tidak sampai 30 persen bisa menggunakan dana BOS.

“Kembali ke sekolah untuk melakukan pemeliharaan kadang pengecetan tidak dilakukan, ini yang akan kita dorong bahwa dana BOS ini bisa digunakan untuk pemeliharaan.” ujar Ega sembari membuka lembaran booknote ditangannya.

Sedangkan jika kerusakannya dikisaran 30-60 persen baru menggunakan DAK, namun saat kerusakannya diangka 60 persen atau kategori rusak berat maka akan diajukan langsung pada kementerian, seperti beberapa sekolah yang telah diajukan langsung pada KemenPUPR kemarin oleh pihaknya.

Diakhir keterangan dirinya mengajak pada semua jajarannya hingga pada sekolah untuk bersama bekerja sesuai ketentuan dengan harapan agar dalam menjalankan tupoksi birokrasi dengan rasa nyaman dan aman.


Reporter : Syaiful

Artikel ini telah dibaca 352 kali

Baca Lainnya