Hukrim

Kamis, 14 Januari 2021 - 09:22 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Petugas Bandara Juanda Amankan 6 Kilogram Sabu-sabu Dari Malaysia

Surabaya-Petugas Bea Cukai Juanda Surabaya berhasil mengamankan dua pelaku penyelundupan narkotika di Terminal Bandara Juanda Surabaya. Sabu-sabu seberat 6 kilogram lebih dan 100 butir pil ekstasi tersebut hendak diedarkan di Kawasan Madura, Jawa Timur.

Kepala Kantor Bea Cukai Juanda Surabaya, Budi Harjanto mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula saat keduanya hendak mendarat di Bandara Juanda dengan menggunakan pesawat udara Air Asia dengan kode penerbangan QZ321 rute Kuala Lumpur (KUL) – Surabaya (SUB) pada Senin, 4 Januari 2021, sekitar pukul 10.30 Wib.

Saat itu petugas mencurigai tiga orang yang baru saja mendarat di Terminal Bandara Juanda Surabaya. Ketiganya adalah Rizal (22) asal Sampang, Holil (24) asal Pamekasan, dan Mochammad Bahri.

“Petugas kemudian memeriksa bagasi ketiganya,” jelas Budi Harjanto saat penyerahan tersangka di Mapolresta Sidoarjo, Kamis, 14 Januari 2021.
Kemudian, lanjut Budi, petugas memeriksa bagasi mereka melalui mesin X-Ray. Dari bagasi tersebut, hanya dua bagasi yang terdapat barang-barang mencurigakan.

Dari bagasi Rizal, petugas menemukan benda mencurigakan yang berjumlah 18 bungkus kristal berwarna putih berukuran kecil dan 6 (enam) bungkus kristal berwarna putih berukuran besar, yang disembunyikan didalam 6 (enam) pcs lampu sorot LED.

Sedangkan dalam bagasi tersangka Holil, petugas menemukan sebanyak 25 bungkus kristal berwarna putih berukuran kecil, 30 butir pil berwarna hijau, 30 butir pil berwarna coklat dan 40 butir pil bewarna jingga yang diduga MDMA (total 100 butir), yang disembunyikan di dalam dua set kipas angin gantung.
“Total dari tangan Rizal totalnya seberat 3.045 gram Metgampetamine (sabu-sabu). Dan dari tangan Holil totalnya seberat 3.000 gram Methampetamine (sabu-sabu) dan 100 butir pil MDMA (Ecstasy),” terangnya.

Sementara, hasil pemeriksaan bagasi mochammad Bahri tidak ditemukan barang mencurigakan. Rizal dan Holil akhirnya dilakukan pemeriksaan mendalam terkait barang haram tersebut.
“Dari hasil tes Narco dan uji laboratorium, barang tersebut positif mengandung Methampetamine alias sabu-sabu. Dan pil tersebut juga positif mengandung ekstasi,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan tersangka, kedua pelaku sempat berencana masuk ke Indonesia pada bulan sebelumnya (6 Desember 2020) akan tetapi karena satu lain hal keduanya tidak jadi berangkat (cancel).

Kini mereka sudah diserahkan ke Mapolresta Sidoarjo untuk dilakukan Pengembangan lebih lanjut.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.


Reporter : Setya

Artikel ini telah dibaca 271 kali

Baca Lainnya