Ekonomi Bisnis

Minggu, 31 Januari 2021 - 03:16 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Satgas Waspada Investasi Minta Masyarakat Waspadai Platform Investigasi Ilegal 

Jakarta, klikku.net – Satgas Waspada Investasi yang beranggotakan 13 kementerian dan lembaga dalam tugasnya mencegah kerugian masyarakat. Sejak Desember hingga awal Januari 2021, telah menemukan 133 platform fintech peer to peer lending ilegal dan 14 kegiatan usaha tanpa izin, yang berpotensi merugikan masyarakat.

Menurut Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing. upaya pencegahan dan patroli siber yang terus menerus dilakukan. Membuat angka temuan fintech lending dan penawaran investasi ilegal ini,menurun dibanding sebelumnya.

“Tapi kewaspadaan masyarakat harus terus dijaga, agar tidak menjadi korban dari fintech lending ilegal dan penawaran investasi yang tidak berizin ini,” ujarnya.

” Sosialisasi mengenai bahaya fintech lending ilegal dan investasi ilegal ini, harus terus disampaikan ke masyarakat melalui berbagai alat komunikasi, seperti media massa dan sosial media. Agar bisa mencapai masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air. Mengingat penawaran fintech lending ilegal dan investasi ilegal ini, masih akan muncul di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing

“Penting untuk selalu mengingatkan masyarakat. Bahwa sebelum memanfaatkan fintech lending dan mencoba berinvestasi, harus pahami dua L, yakni Legal atau perusahaan itu harus punya izin dari otoritasnya, serta Logis, yaitu penawaran keuntungan yang ditawarkan sesuai dengan keuntungan yang wajar,” ungkapnya.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk menanyakan langsung kepada Kontak OJK 157 atau WA 081157157157, bila ingin memanfaatkan layanan fintech lending atau ingin berinvestasi. Atau jika ingin melaporkan adanya kegiatan fintech lending dan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Dari temuan fintech lending ilegal dan investasi ilegal itu, Satgas sudah mengirimkan informasinya kepada Bareskrim Polri. Agar dilakukan tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Serta meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir website dan aplikasi telepon seluler dari entitas-entitas tersebut.

“Sejak tahun 2018 s.d. Januari 2021 ini, Satgas sudah menutup sebanyak 3.056 fintech lending ilegal. Sementara Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang, dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.” pungkasnya.


Reporter: ANto tse

Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 225 kali

Baca Lainnya