Kasuistika Pemerintahan Politik

Sabtu, 6 Februari 2021 - 08:28 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Kanan, Ketua DPRD Muhammad Fahad bersama M. Makmur, Wakil Ketua AKD Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.(Foto : klikku.net / Anam)

Kanan, Ketua DPRD Muhammad Fahad bersama M. Makmur, Wakil Ketua AKD Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.(Foto : klikku.net / Anam)

Respon Ketua DPRD Bangkalan Pada Insiden Berdarah Saat Pembentukan P2KD Benangkah

OrBangkalan — Tahapan 120 Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur sudah masuk pada agenda pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD), pada tahapan itu sempat terjadi insiden berdarah di Desa Benangkah Kecamatan Burneh.

Kejadian berdarah saat pembentukan P2KD di Desa Benangkah pada Senin (02/02) pagi waktu itu, yang tidak dikehendaki tersebut sangat disayangkan oleh banyak kalangan, Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad mengatakan hal itu sebenarnya bisa dihindari dengan koordinasi secara intensif kepada bakal calon ataupun pihak incumbent.

“Ke depan, kita perlu mawas diri agar kejadian seperti sebelumnya bisa diantispasi,” kata Fahad pada media.

Fahad menegaskan, sejatinya para camat yang hadir, khususnya camat-camat senior sudah paham dan mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan selama pelaksanaan tahapan pilakdes agar berlangsung aman dan baik.

“Kecuali mungkin camat baru, perlu bertanya ke camat lama. Bukan duduk di ruangannya. Kalau camat duduk di ruangan itu bukan camat, tetapi Direktur Bank Jatim,” tegas Muhammad Fahad.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Bangkalan terkait bantuan peningkatan jumlah pengamanan dalam setiap pelaksanaan tahapan pilkades

“Saya mohon, bersinergilah dan berkoordinasi dengan semua stakeholders termasuk dengan para bakal calon,” ujar Fahad salah satu politisi partai Gerindra Kabupaten Bangkalan.


Reporter : Anam
Editor : Redaksi

Artikel ini telah dibaca 400 kali

Baca Lainnya