Daerah Kesehatan Pemerintahan

Sabtu, 6 Februari 2021 - 19:19 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Agenda supervisi Kepala Puskesmas Kwanyar pada Polindes dan Pustu. (Foto: klikku.net / Anam)

Agenda supervisi Kepala Puskesmas Kwanyar pada Polindes dan Pustu. (Foto: klikku.net / Anam)

Tingkatan Pelayanan Kesehatan Puskesmas Kwanyar Gelar Supervisi Pada Pustu dan Polindes

Bangkalan — Pelayanan kesehatan di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur terus ditingkatkan dengan menggalakkan agenda supervisi pada Puskemas Pembantu (Pustu) dan (Polindes) Pondok Bersalin Desa.

Pada kegiatan supervisi yang digelar dua kali setiap tahun itu menurut M. Toha Kepala Puskesmas Kwanyar bertujuan untuk memastikan kelengkapan administrasi petugas pustu maupun polindes dalam memberikan setiap pelayanan pada masyarakat.

“Program supervisi ini untuk menertibkan menajemen administrasi dan laporan kinerja di tingkat pustu dan polindes juga untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang optimal pada ibu hamil dan balita. Sesuai dengan standar pelayanan minimal Puskesmas Kwanyar. dan kegiatan ini kami lakukan 2 kali dalam satu tahun.” kata Toha menjelaskan.

Menurutnya Pustu dan Polindes ini harus memperhatikan kohort ibu hamil, kohort imunisasi dan kohort balita, juga harus melihat register pasiennya dan memperhatikan standar penggunaan obatnya.

Dari kohort ibu hamil menurut Toha harus ada dalam kohort, juga imunisasi pada semua anak dibawah umur, anak usia 0 sampai 12 bulan harus mendapatkan imunisasi dan harus tercover di dalam buku kohort imunisasi. Begitu juga dikohort balita yang ada diwilayah pustu dan desa itu harus tercover dalam kohort balita.

Kemudian pada semua pustu dan polindes Toha berharap agar manejemennya harus bagus, seperti halnya rawat jalan, registernya harus ada, dan lidi hariannya juga harus lengkap. stok obatnya pun harus ada, serta penggunaan obatnya harus penerimaan obat dari puskesmas.

M. Toha juga berharap, agar kedepannya semua pelaksana penanggungjawab di desa yang memegang polindes dapat bekerja secara maksimal mengenai pencatatan dan cakupannya, dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bumil dan balita.

“Semoga semua pelaksana yang memegang polindes memberikan pelayanan pada ibu hamil dengan 100%, paling tidak harus melakukan Anc 4 kali pada ibu hamil, dan semua bayi harus mendapatkan imunisasi yang lengkap dari usia 0 bulan sampai usia 1 tahun,” jelas Toha memaparkan tujuan giat supervisinya.


Reporter : Anam
Editor : Redaksi

Artikel ini telah dibaca 156 kali

Baca Lainnya