Daerah Hallo Polisi Pemerintahan

Minggu, 7 Februari 2021 - 10:06 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Jelang Penerapan PPKM Berskala Mikro, Forkopimda Jatim Tinjau KTS di Kabupaten Madiun dan Trenggalek

Madiun, klikku.net – Jelang pemberlakuan PPKM skala mikro, Forkopimda Jawa Timur, mengunjungi KTS (Kampung Tangguh Semeru) di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Serta Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek Minggu (7/2/2021).

Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pembentukan KTS ini sangat penting. Sebagai salah satu langkah dan upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Jatim.
Sebab, sesuai dengan Kemendagri Nomor 3 Tahun 2021 terkait dengan PPKM berskala mikro, KTS sendiri memiliki kemiripan dengan PPKM berskala mikro.

“PPKM berskala mikro memiliki protap yang mirip dengan Kampung Tangguh Semeru. Ada karantina, sosialisasi kesehatan, serta (3T) Tracing, Testing dan Treatment. Sementara Jatim sudah memiliki sekitar 3100 KTS. Yang dibangun dengan format melibatkan pertisipasi masyarakat, dipimpin Kapolda Jatim,” ujar Khofifah.

Sementara Kabupaten Madiun yang menjadi tempat kunjungan, saat ini masuk sebagai wilayah zona merah penyebaran Covid-19. Sehingga diharapkan, masyarakat taat dan tertib menerapkan (5M). Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas.

Sedangkan pada tanggal 9 Februari 2021, akan dimulai diterapkan PPKM berskala mikro, yang tidak lagi berbasis Kabupaten/Kota. Namun berbasis Desa, bahkan ditingkat RT/RW.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan, bahwa Polda Jatim sangat mendukung Surat Edaran Mendagri terkait dengan PPKM berskala mikro di Jawa Timur.

Menurutnya, penerapan KTS di Desa Ngale ini sangat baik. Selain memiliki tempat karantina terpisah untuk pria dan wanita. Terdapat pula lumbung pangan dan kolam benih ikan.

“Di sini, sistemnya sudah baik. Dimana akses masuk desa menggunakan satu pintu atau ‘one gate system. Setiap ada pendatang luar daerah, dilakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan. Serta membuat WAG yang digunakan untuk keperluan komunikasi serta koordinasi,” ujar Nico.

Dari Madiun, Forkopimda Jatim menuju Trenggalek. Di sini, mereka langsung meninjau ruang observasi dan ruang isolasi, untuk memastikan tata kelola KTS di wilayah tersebut.

Di sini, Forkopimda Jatim meberikan arahan kepada Bupati Trenggalek dan pengelola KTS setempat, tentang tata kelola KTS, dan penerapan Prokes dengan 5M di Desa tersebut. “Target ke depan, di Jatim akan dibentuk 3.500 Kampung Tangguh Semeru (KTS),” pungkas Irjen Pol Nico Afinta.


Reporter: Ahmad

Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 244 kali

Baca Lainnya