Lifestyle

Jumat, 12 Februari 2021 - 07:42 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Klenteng Cokro Surabaya Gelar Perayaan Tahun Baru Imlek 2572 Secara Sederhana

Surabaya | klikku.net – Puluhan umat sembahyang Tahun Baru Imlek 2572 secara bergantian di Klenteng TITD Hong San Ko Tee di Jalan HOS Cokroaminoto, Surabaya, Jumat (12/2/2021). Selain ada pembatasan saat beribadah, pengurus klenteng juga menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Menurut Sudiman, salah satu pengurus klenteng, selama masih pandemi Covid-19, pihaknya sengaja meniadakan semua kegiatan yang bisa menyebabkan kerumunan. Baik yang bersifat keagamaan, maupun kegiatan sosial.

“Untuk ibadah sembahyang Imlek bersama yang selalu kita gelar saat malam pergantian tahun baru, kali ini ditiadakan. Bahkan jam buka klenteng juga kita batasi hanya sampai jam 19.00 WIB saja,” ujarnya.

Namun umat yang ingin beribadah di klenteng, tetap dipersilahkan sepanjang jam operasional klenteng. Asalkan tetap memenuhi protokol kesehatan.

“Di sini kami menyediakan sejumlah wastafel. Jadi setiap pengunjung klenteng, wajib cuci tangan. Setiap pengunjung juga wajib mengenakan masker dan dicek suhu tubuhnya. Untuk mencegah kerumunan, kami berikan kartu bernomor pada setiap pengunjung yang ingin beribadah. Jadi ibadahnya bergantian maksimal 15 orang” tambahnya.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, yang ramai dengan berbagai kegiatan, seperti hiburan tarian barongsai, Dewa Rejeki yang membagikan angpao, dan makan bersama. Pelaksanaan dan perayaan Imlek 2572 di klenteng Cokro tahun ini, berlangsung khidmat dan sederhana.

Sejumlah petugas keamanan tiga pilar dari TNI-Polri, serta Linmas dan Satpol PP, juga tampak berjaga dan melakukan pengawasan.

Sementara itu, Tanti warga Surabaya mengaku jika suasana Imlek tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Setiap tahun selalu sembahyang bersama pas malam Imlek di sini. Tapi tahun ini ditiadakan, karena masih pandemi Covid-19. Jauh-jauh hari sudah ada pemberitahuan dari pengurus klenteng. Jadi semalam, sembahyang sendiri di rumah. Baru siang harinya di klenteng,” ujarnya.

“Untuk acara keluarga besar pun ditiadakan. Tahun ini tidak ada kumpul-kumpul keluarga dan tidak ada bagi-bagi angpao. Hanya telepon dan video call aja. Acara keluarga secara daring,” pungkasnya.


Reporter: M Faaza

Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 400 kali

Baca Lainnya