Kasuistika

Selasa, 16 Februari 2021 - 14:38 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Awas ! “Bisnis Curang SPBU Pasar Turi”

Surabaya | klikku.net – Praktik dugaan kecurangan pengisisan bahan bakar terjadi di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar) Pasar Turi terdaftar dengan nomor 51.601.66, Pertamina.

Hal itu dialami salah satu pelanggan bernama Kukuh saat melakukan pengisian pertalite di SPBU Pasar Turi.

Kukuh menceritakan apa yang telah dialaminya, sekitar pukul 10.19 wib melakukan pengisian BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Pertalite dengan membawa mobil Toyota Innova.

“Saya mengisi BBM di SPBU Pasar Turi dengan nominal Rp.100rbu, pada saat seusai pengisian digital angka menunjukan angka Rp.10rbu,” ujar Kukuh kepada media klikku.net, Selasa (16/2/2021).

Foto : Isi BBM tertera nominal tidak sesuai standart di digital mesin SPBU Pasar Turi

Kukuh berfikir bagaimana bisa saya harus membayar seharga Rp.100rbu sedangkan yang tertera di mesin digital angka milik SPBU Pasar Turi hanya Rp.10rbu.

“Pihak manajemen tidak bisa memberikan klarifikasi yang masuk akal kepada saya, hingga sampai di ajak ke Badan Metrologi, Dinas Perdagangan Surabaya,” imbuhnya.

“Hingga akhirnya pembayaran Pertalite seharga Rp.100rbu dipending sampai menunggu tes ulang dari badan penguji melalui sistem dan mekanisme yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.

Sementara itu Manajer SPBU Pasar Turi, Usman saat dikonfirmasi memberikan keterangan bahwa takaran kami sudah ditera ulang oleh Disperindak dan bukti surat sudah ditunjukan.

“Kami sudah sesuai dengan SOP (Standart Operasional Perusahaan) dan bukti surat tera ulang juga kami kantongi berlaku hingga 11 Januari 2022.

“Nah, uji dari Badan Metrologi kami sudah mengantongi izin takaran dari mesin merk Tatsuno Type GSB 2421 digitalnya menunjukan Rp.10rbu saat melakukan pengisian Rp.100rbu,” terangnya.

Terpisah, Badan Metrologi bagian Penera Fungsional Jaja Sujadma mengatakan hal yang dialami pelanggan tersebut adalah hal baru yang telah kami temui.

Foto : keterangan pihak Badan Metrologi Disperindak Surabaya memberikan keterangan

“Ini perlu kajian ulang terhadap manual book yang ada di mesin SPBU Pasar Turi tersebut,” terang Jaja Sujadma saat klarifikasi bersama pelanggan dan awak media klikku.net diruangnya.

“Karena masalah ini perlu dipertemukan ulang dengan pihak terkait, sehingga pihak SPBU bisa memberikan klarifikasi terhadap yang bersangkutan,” pungkasnya.


Reporter : Setia

Redaktur : RizchiĀ 

Artikel ini telah dibaca 722 kali

Baca Lainnya