Ekonomi Bisnis Nasional

Rabu, 17 Februari 2021 - 03:25 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Pulihkan Ekonomi, Kemendag Akan Optimalkan Ekspor Nonmigas

Jakarta | klikku.net – Kementerian Perdagangan akan meningkatkan ekspor nonmigas dengan mengoptimalkan perjanjian perdagangan internasional, sebagai salah satu cara mendorong pemulihan ekonomi akibat pandemi Covud-19.

Menurut Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, untuk mencapai target pertumbuhan ekspor nonmigas dengan membuka pasar Indonesia dan berkolaborasi dengan berbagai negara, melalui perjanjian dagang yang sudah ada. Hal itu, sekaligus sebagai upaya meningkatkan nilai tambah masing-masing produk yang diekspor.

Sejumlah perjanjian perdagangan diantaranya, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IKCEPA), Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA), Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA), dan perjanjian lain yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor produk lebih banyak.

Neraca perdagangan Indonesia pada 2020 mencatatkan surplus sebesar USD21,7 miliar dan menjadi yang tertinggi sejak 2012. Perlu diwaspadai, karena surplus neraca perdagangan disebabkan penurunan impor yang lebih tajam dibandingkan penurunan ekspornya.

Ekspor selama 2020 hanya turun 2,6% (YoY), sementara impor turun hingga 17,3% (YoY). Lima produk ekspor dengan pertumbuhan positif tertinggi pada 2020/2019 (YoY) adalah besi baja sebesar 46,84%, perhiasan 24,21%, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) 17,5%, furnitur 11,64%, dan alas kaki 8,97%.

Untuk memastikan ekspor terus berjalan, Pemerintah terus mengawal dan memastikan pengamanan perdagangan produk-produk Indonesia di luar negeri dengan diplomasi perdagangan.

Selama pandemi Covud-19, tercatat ada 37 kasus pengamanan perdagangan dari 14 negara, terdiri dari 24 kasus antidumping dan 13 kasus safeguard.

“Pemerintah berkomitmen menjalani proses baku penyelesaian sengketa di WTO terkait bahan mentah Indonesia dan hambatan perdagangan produk biodiesel berbahan baku minyak sawit oleh Uni Eropa,” pungkas Mendag.


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 252 kali

Baca Lainnya