Hukrim

Jumat, 19 Februari 2021 - 05:59 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Ditpolairud Polda Jatim Ringkus 2 Pelaku Jual Beli Bom Ikan

Surabaya | klikku.net – Ditpolairud Polda Jawa Timur meringkus 2 (dua) orang pelaku jual beli 3000 buah bahan peledak jenis detonator, yang dilakukan di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Senin (15/2/2021) malam.

Mereka adalah Mastur (47) warga Probolinggo dan Ahmadi (41) warga Sumenep, Madura.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, penangkapan kedua pelaku bermula dari penyelidikan yang dilakukan tim Intelair Ditpolairud Polda Jatim di wilayah Pelabuhan Jangkar Situbondo.

Modusnya, pelaku Mastur selaku pembuat dan penjual, merakit sejumlah 3000 buah detonator yang dibagi dalam 30 kotak. Lalu dikemas dalam kardus, hingga terlihat seperti paket. Paket itu ia bawa dari Pulau Ra’as ke Pelabuhan Jangkar Situbondo.

“Setelah sampai di lokasi, paket tersebut ia serahkan kepada Ahmadi, selaku pemesan dan pembeli. Setiap detonator-nya dihargai Rp 7 ribu. Hingga total transaksi nya sebesar Rp 21 juta yang dibayar via transfer,” ujar Gatot, Jumat (19/2/2021).

Lebih lanjut Gatot menjelaskan, bahwa bahan peledak yang dibuat pelaku ini terbilang cukup berbahaya. Sebab, bahan bakunya terbuat dari campuran arang, potassium dan belerang.

“Bom ikan buatan pelaku ini bisa merusak ekosistem laut. Sistem kerjanya, detonator sebagai pemicu dimasukkan ke tengah bubuk potassium yang dikemas dalam botol, untuk meningkatkan daya ledak high explosive,” tambahnya.

Kemudian botol dibakar dengan api dan dilemparkan ke area kerumunan ikan. Jika peledak ini dilempar ke laut, akan menyebabkan kerusakan ekosistem habitat ikan dan terumbu karang (Destructive Fishing).

Sementara itu, menurut Dirpolairud Polda Jatim Kombes Pol Arnapi, pelaku Mastur ini seorang residivis untuk kasus yang sama, dan pernah ditangkap pada tahun 2015. “Ternyata tidak kapok, dan justru mengulangi perbuatannya,” pungkas Arnapi.

Dalam kasus ini, kedua pelaku akan dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang – undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak. Keduanya akan mendapatkan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.


Reporter: Ahmad

Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 280 kali

Baca Lainnya