Ekonomi Bisnis Nasional Pemerintahan

Jumat, 19 Februari 2021 - 02:48 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Pemerintah berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan Melalui Ketahanan Energi Untuk Kesejahteraan

Jakarta | klikku.net – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Pemerintah pada pembangunan berkelanjutan. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan virtual International Institute for Sustainable Development (IISD).

“Izinkan saya memberikan masukan yang akan mendorong pembangunan berkelanjutan sejalan dengan promosi sektor energi,” ujarnya dalam pidato kuncinya pada Feasibility of Green Recovery in Indonesia, di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Pertama, mewujudkan ketahanan energi yang mengarah pada ketersediaan akses energi secara modern bagi setiap warga negara, dengan kesetaraan harga di seluruh wilayah.

Kedua, mempercepat penerapan energi terbarukan yang mengarah pada energi bersih. Hal ini dilakukan melalui pengembangan kendaraan listrik, bahan bakar nabati, dan penggunaan bahan bakar gas untuk transportasi, kelistrikan, dan industri.

Ketiga, mendorong pengembangan infrastruktur energi dan teknologi yang mengarah pada pemanfaatan energi hijau, agar sejalan dengan tujuan sustainable green development. Misalnya berupa panas bumi, hidro, tenaga surya, dan biomassa.

“Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, dukungan yang diperlukan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan lingkungan yang kondusif,” ungkapnya.

Menurutnya, terdapat empat faktor yang mendukung ketahanan energi, yakni availability, accessibility, affordability, dan acceptability.

Availability tercermin dari ketersediaan energi yang terjamin ketersediaannya di dalam negeri. Accessibility diupayakan untuk membangun infrastruktur energi. Terutama untuk daerah tertinggal sehingga dapat mengurangi disparitas antar daerah.

Affordability merupakan kunci. Selama pandemi Covid-19, faktor ini menjadi semakin penting. Sebab berkaitan dengan akses terhadap orang-orang yang tidak mampu atau yang tinggal di daerah terpencil. Sedangkan acceptability diarahkan mendukung kelestarian lingkungan.

“Faktor-faktor yang mendukung ketahanan energi tersebut mengacu pada 3 pilar konsep pembangunan berkelanjutan. Baik dari segi ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan lingkungan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Airlangga mengajak kepada seluruh stakeholder terkait, untuk bekerjasama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Mewujudkan pembangunan berkelanjutan memang merupakan tantangan. Namun dengan kerjasama yang baik dan kesadaran akan pentingnya hal ini, diharapkan dapat memajukan suatu daerah untuk mencapai kesejahteraan bersama,” pungkasnya.


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 237 kali

Baca Lainnya