Daerah Hallo Polisi Kasuistika

Jumat, 19 Februari 2021 - 11:28 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Polres Bangkalan beserta tim saat evakuasi puluhan ikan paus dipesisir Pantai Modung. (Foto: klikku.net / ist)

Polres Bangkalan beserta tim saat evakuasi puluhan ikan paus dipesisir Pantai Modung. (Foto: klikku.net / ist)

Polres Bangkalan Evakuasi Puluhan Ikan Paus Dipesisir Pantai Modung

Bangkalan | klikku.net — Kali ini warga digegerkan dengan temuan 50 ikan paus terdampar di pantai Dusun Beton, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur pada kamis (18/02) sore.

Mengetahui hal tersebut Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Bangkalan bersama dengan Tim Satpolair Bangkalan, Tim Sabhara dan Tim Polsek Modung Polres Bangkalan mendatangi lokasi penemuan ikan paus yang terdampar pada Jumat (19/02) pagi.

Juga hadir untuk pada kejadian tersebut BPSPL (Balai Pengelolaan, Sumber Daya Pesisir dan Laut) Prov. Jatim, Kedokteran Hewan Unair, BPBD Kab. Bangkalan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangkalan.

Menurut keterangan Rusman salah satu warga setempat mengatakan saat awal ditemukan hari Kamis (18/02) sore, paus terdampar yang diketahui berjenis paus pilot tersebut berjumlah 70 ekor, kemudian warga berupaya mendorong kembali ke laut seluruhnya.

Dan sekitar pukul 20.00 WIB Kamis hingga hari Jum’at 19 Feb pukul 06.00 WIB puluhan ikan paus tersebut kembali ke pesisir pantai sebanyak 50 ekor dan akhirnya terdampar karena air surut.

Polres Bangkalan perihal kejadian tersebut melalui pers rilisnya menyatakan telah melakukan langkah mendatangi lokasi untuk mengamankan area penemuan puluhan ikan paus tersebut serta berkoordinasi dengan BPSPL Jatim dan Kedokteran Hewan Unair.

Berdasarkan pemeriksaan sementara untuk 3 ekor ikan paus yang masih hidup telah dilakukan upaya penyelamatan dengan didorong ketengah laut dan 47 ekor ikan paus lainnya ditemukan dalam kondisi mati.

Untuk hasil analisa awal oleh tim kedokteran hewan Unair dan petugas BPSPL pada bangkai ikan itu menyatakan penyebab terdamparnya 50 ekor ikan paus tersebut, diduga awalnya hanya satu atau beberapa ekor ikan paus saja yang terdampar ke tepian karena terbawa arus angin laut yang kencang.

Kemudian karena ikan paus adalah hewan yang hidup berkelompok yang satu sama lainnya memancarkan sonar (gelombang elektromagnetik) sehingga ketika ada salah satu dari kelompoknya tertinggal maka kelompok tersebut akan mencari pancaran sonar tersebut hingga 40 hari, sehingga jika terdampar satu dimungkinkan kelompok lainnya akan mendatangi, dan kemudian satu kelompok tersebut terjebak di pesisir pantai karena air surut.

Namun demikian hasil lengkap penyebab terdamparnya puluhan paus tersebut masih menunggu hasil autopsi terhadap bangkai ikan paus tersebut dan hasil diskusi lebih lanjut oleh instansi yang membidangi dan tim pakar dari Unair.

Untuk saat ini yang akan dilakukan yakni mengevakuasi bersama tim (TNI, POLRI, BPSPL dan BPBD) terhadap ikan paus terdampar yang sudah mati serta melokalisir posisi puluhan bangkai paus yang masih tersebar di sepanjang pesisir pantai, selanjutnya akan melakukan autopsi terhadap beberapa bangkai Ikan Paus dan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan instansi terkait.


Reporter : Anam
Editor : Redaksi

Artikel ini telah dibaca 668 kali

Baca Lainnya