Daerah Kasuistika Pemerintahan

Senin, 22 Februari 2021 - 12:04 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Warga lakukan aksi protes penanaman pipa PDAM. (Foto : klikku.net / ist)

Warga lakukan aksi protes penanaman pipa PDAM. (Foto : klikku.net / ist)

Kompensasi Belum Terealisasi Warga Protes Penanaman Pipa PDAM PT. Gemilang

Gresik | klikku.net – Puluhan warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik melakukan aksi protes adanya proyek penanaman pipa PDAM yang ditanam disepanjang jalan raya sembayat, Senin (22/2/2021).

Warga protes lantaran belum tuntasnya sosialisasi antara pihak PDAM maupun PT. Gemilang selaku kontraktor pelaksana mengerjakan penanaman pipa dengan warga. Konpensasi bagi warga yang terdampak pun belum diselesaikan. Warga juga khawatir dengan dampak adanya proyek penanaman pipa PDAM itu, seperti tembok retak-retak, tanah ambles, jalan rusak, dan masih banyak lagi.

“Ini bentuk kekecewaan masyarakat terkait sistem sosialisasi. Karena sosialisasi di Sembayat itu seakan kurang transparan. Sudah seminggu berjalan tetapi konpensasi pun belum merata, kami elemen masyarakat yang terdampak menuntut agar pihak PDAM maupun kontraktor pelaksana segera menyelesaikan persoalan ini,” kata Ali Mukhtar, Koordinator Aksi.

Ali mencontohkan, dampak nyata dari penanaman pipa ini terjadi di Kecamatan Bungah. Menurutnya, terjadi penurunan tanah serta rekondisi asal-asalan pasca penanaman pipa.

“Contohnya di Kecamatan Bungah, terjadi penurunan tanah serta rekondisi asal-asalan, jika seperti itu maka berpotensi mengganggu pengguna jalan dan berpotensi semakin banyak kecelakaan, dan kita sebagai warga sembayat setiap hari melintasi jalan ini,” terang ali

Tak hanya aksi protes, warga juga melakukan swipping disepanjang lokasi pengerjaan penanaman pipa dan menghentikan aktivitas para pekerja. Warga juga mendatangi Kantor Balai Desa dan berdialog dengan Kepala Desa dan pihak kontraktor.

Kepala Desa Sembayat Amin mengatakan, bila sosialisasi proyek pipanisasi PDAM yang melintasi wilayah Sembayat telah dilaksanakan sebanyak 2 kali. Sosialisasi itu juga menghadirkan pihak PPKT, PDAM dan masyarakat RT19 A/B.

“Kami dari pihak desa hanya memfasilitasi. Sebenarnya sosialisasi itu sudah dilaksanakan dua kali. Dan permintaan untuk dilakukan sosialisasi ulang juga sudah kami sampaikan ke pihak pelaksana proyek,” ujar Kades Amin.

Sementara itu, saat berdialog dengan warga, Humas PT. Gemilang, Nano mengungkapkan bahwa persoalan sosialisasi dan konpensasi sepenuhnya menjadi kewenangan PDAM Giri Tirta. Sebab, pihak pelaksana hanya mempunyai kewenangan mengganti kerusakan materil saat proses pengerjaan penanaman pipa. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan koordinasi terkait tuntutan warga.

“Kami selaku pelaksana dari tidak punya kewenangan memberikan konpensasi, hanya mengganti kerusakan fisik saat proses pengerjaan penanaman pipa, untuk sosialisasi dan kompensasi bagi warga terdampak itu sepenuhnya kewenangan PDAM Giri Tirta, tetapi kami akan koordinasikan terkait tuntutan warga ini,” ungkapnya.

Ditanya terkait adanya informasi bahwa konpensasi bagi warga yang terdampak hingga saat ini belum merata, Nano pun tidak menampik hal itu.

“Kita akan berkoordinasi kembali dengan pihak PDAM, kami sudah ada data warga yang terdampak,” pungkasnya.


Editor : Redaksi

Artikel ini telah dibaca 361 kali

Baca Lainnya