Kesehatan Pemerintahan

Sabtu, 27 Februari 2021 - 07:54 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Menkes Targetkan 38 Juta Jiwa Terima Vaksin Hingga Juni 2021

Surabaya | klikku.net – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, melihat secara langsung proses Vaksinasi Covid-19 bagi para lansia di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/2/2021).

Menteri Kesehatan hadir didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, dan Walikota Surabaya Eri Cahyadi.

Menurut Budi Gunadi Sadikin, vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi para lansia dilakukan hingga akhir bulan Juni 2021. Nantinya vaksin ini untuk 38 juta jiwa se-Indonesia.

“Ada 38 juta yang ditargetkan menerima vaksin Covid-19, atau sebanyak 76 juta suntikan. Kami menargetkan akan tuntas pada akhir Juni 2021. 21 juta penerima adalah lansia, dan 16 juta lainnya adalah pemberi pelayanan publik,” ujarnya.

Lebih lanjut Menkes menjelaskan bahwa lansia diprioritaskan menerima vaksin. Karena mereka adalah orang-orang yang berisiko tinggi. Sebab jika terkena Covid-19, fatality rate-nya besar.

Menkes juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Samator Grup, yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk para lansia yang ada di Surabaya.

“Kita terima kasih kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Pak Arif Harsono dari Samator. Sudah menyumbangkan modal sosial mereka, mengumpulkan senior-senior mereka di Surabaya untuk bisa divaksiniasi,” tambahnya.

“Semoga bisa dicontoh teman-teman di daerah lain, yang memiliki resources dan memiliki akses. Untuk mengajak teman-teman lansia ini agar segera divaksin,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu lansia penerima vaksin, Liem Giok Tien (70) mengaku dirinya merasa lebih aman setelah mendapat vaksin.

“Saya lihat TV Pak Jokowi sampai berani vaksin. Dia contohkan ke rakyatnya. Kok kita gak berani. Jadi saya berani karena Pak Jokowi beri contoh,” ujarnya.

“Setelah divaksin saya merasa lebih nyaman dan aman karena dari awal saya memang niatkan berani vaksin,” ungkap Liem.


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 292 kali

Baca Lainnya