Pendidikan

Jumat, 5 Maret 2021 - 09:27 WIB

3 bulan yang lalu

logo

ITS dan Kemenkominfo Berkolaborasi Menyongsong Revolusi Industri 4.0

Surabaya | klikku.net – Guna meningkatkan keterampilan dan daya saing SDM dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, membentuk program dan pelatihan untuk menyongsong revolusi industri 4.0.

Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar secara hybrid (daring dan luring) di Ruang Rapat Pimpinan Gedung Rektorat ITS, Kamis (4/3/2021) sore.

Menurut Kepala Badan Litbang SDM Kemenkominfo Hary Budiarto, saat ini pihaknya salah satu program pelatihan, yaitu Fresh Graduate Academy (FGA).

“Pelatihan ini ditujukan bagi lulusan baru di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain memberikan sertifikasi bagi pesertanya untuk terjun ke dunia kerja. Kemenkominfo juga turut bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan global seperti Microsoft dalam pelatihan tersebut,” ujarnya.

Selain FGA, ada pula Tematik Academy yang menyasar kepada masyarakat tertentu, seperti kaum imigran dan difabel dalam memecahkan permasalahan berbasis TIK. Sedangkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) terdapat pelatihan kepemimpinan dan manajerial berbasis digital.

“Sehingga tenaga kerja pemerintahan memiliki wawasan yang lebih terbuka terhadap teknologi di bidang-bidang tempat mereka bekerja,” tambahnya.

Tahun ini, kolaborasi ITS dengan Kemenkominfo terus berlanjut dan berekspansi. Salah satunya, dalam bentuk pelatihan yang diberikan pada masyarakat akan lebih meluas dan bervariasi.

Hal tersebut merupakan wujud nyata ITS dan Kemenkominfo, dalam memenuhi kebutuhan dunia kerja Indonesia akan keterampilan bidang TIK, yang terus meningkat tiap tahunnya. Hal ini penting dilakukan, lantaran tingkat pengangguran di Provinsi Jawa Timur saja, meningkat akibat pandemi Covid-19.

Menurut Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT. Program pelatihan Kemenkominfo ini, diharapkan dapat selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Sehingga tidak hanya masyarakat tertentu, alumni, dan ASN saja, yang dapat berpartisipasi dalam pelatihan ini. Melainkan mahasiswa aktif juga,” ujar guru besar Teknik Elektro ITS ini.

Dijelaskan Adi, sikronisasi pelatihan Kemenkominfo dengan kebijakan MBKM tersebut, dapat berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Yaitu dengan memberikan ketrampilan digital bagi masyarakat. Maupun menciptakan inovasi berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan dalam mewujudkan Kota Pintar (Smart City).

Selain itu, program ini juga memberikan beasiswa pelatihan softskill dan hardskill bagi mahasiswa berprestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Sementara itu, ITS juga berencana mengusulkan beberapa proposal untuk menyukseskan kerja sama ini. Terutama dalam hal pendanaan beasiswa S2 bagi tenaga kerja pemerintahan dan Kemenkominfo, kerja sama kurikulum ITS dengan kampus lain, serta KKN tematik bagi mahasiswa dan dosen.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng optimistis, bahwa dengan kualitas dosen di Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS yang sudah teruji dan kompatibel, dapat menyukseskan program pelatihan Kemenkominfo pada tahun ini dengan lebih baik lagi.

“Harapannya, kolaborasi ITS dengan Kemenkominfo dalam menyiapkan SDM Indonesia ke era revolusi industri 4.0 dapat terus berlanjut. ITS siap dalam menyukseskan program ini. Semoga dapat terus berlanjut, meluas, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.


Reporter: M Faaza

Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 66 kali

Baca Lainnya