Kesehatan

Senin, 8 Maret 2021 - 09:46 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Edukasi Masyarakat Akan Bahaya Glaukoma, Dokter Mata Sedunia Akan Gelar Sosialisasi Kesehatan

Surabaya | klikku.net – Memperingati pekan glaukoma sedunia, seluruh dokter mata sub spesialis glaukoma sedunia akan menggelar sosialisasi kesehatan tentang deteksi dini glaukoma.

Harapannya, melalui kegiatan ini mampu mengedukasi masyarakat tentang bahaya glaukoma. Serta memberikan fasilitas pemeriksaan mata, bagi masyarakat berisiko glaukoma.

Menurut Konsultan Glaukoma RS Mata Undaan & RS Delta Surya, dr Lydia Nuradianti SpM(K). Saat ini glaukoma sudah menduduki urutan nomor 2 penyebab kebutaan di Indonesia, yang sifatnya permanen atau seumur hidup.

“Bahkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI melalui laporan Situasi Glaukoma di Indonesia mengemukakan, perkiraan jumlah penderita glaukoma secara global mencapai 76 juta pada 2020. Atau meningkat sekitar 25,6% dari angka satu dekade lalu, yang masih 60,5 juta orang. Diperkirakan, secara global akan terdapat sekitar 80 juta penduduk dunia menderita glaukoma,” ujarnya, Senin (8/3/2021).

“Oleh karenanya, melalui kegiatan ini kami berupaya mengedukasi masyarakat, agar mampu mencegah terjadinya glaukoma. Populasi masyarakat saat ini 90% penderita glaukoma tidak merasakan sakit. Dan 10% penderita disertai rasa sakit. Akibatnya, penderita yang tidak merasakan sakit, tidak menyadari perkembangan penyakitnya. Membuat mereka terlambat berobat ke dokter,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, glaukoma merupakan kerusakan saraf optik akibat adanya tekanan bola mata. Dimana akhir dari glaukoma adalah kebutaan. Kondisi hilangnya lapang penglihatan biasanya berjalan lambat dan kurang disadari oleh penderita, sehingga sering disebut sebagai pencuri penglihatan.

Penderita glaukoma, 30% di antaranya tidak terdiagnosis. Padahal, 80% kasus kerusakan mata, bisa dicegah jika diketahui sejak awal. Hal ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan mata secara dini, bagi penderita glaukoma dan keluarganya.

Jika keadaan tekanan bola matanya stabil, periksakan bisa dilakukan 3 – 6 bulan sekali, terutama usia di atas 40 tahun. Sedangkan untuk yang tidak beresiko, pemeriksaan bisa dilakukan per tahun.

“Apabila ada keluarga menderita glaukoma, segera periksa ke dr mata secara teratur. Glaukoma bisa menyerang semua usia, baik anak anak, remaja, dewasa, usia lanjut. Periksa mata secara dini pada pasien glaukoma, dapat mencegah kebutaan secara permanen,” pungkasnya.


Reporter: M Faaza

Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 203 kali

Baca Lainnya