Pendidikan

Rabu, 10 Maret 2021 - 23:31 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Mahasiswa ITS Berinovasi Untuk Kurangi Limbah Baterai Komersial

Surabaya | klikku.net – Sebagai kota terbesar di Indonesia, Jakarta menyumbang 130 ribu limbah baterai jenis Zinc-Carbon setiap harinya. Jumlah ini masih ditambah oleh kota-kota besar lainnya.

Oleh karenanya, sejumlah mahasiswa S1 Teknik Kimia ITS angkatan 2018, Andre Novent Chenady, Adinata Setiawan, Alvin Febrianto, Merlin Liyanti, dan Michelle Veronika Mutiara A. Mereka menggagas inovasi untuk meningkatkan performa baterai komersial jenis Zinc-Carbon. Yaitu dengan menambahkan nikel melalui metode electrospray, guna meminimalisasi limbah.

Menurut ketua tim Andre Novent Chenady, electrospray merupakan salah satu metode coating, atau pelapisan yang bisa menghasilkan partikel berukuran nano.

“Keuntungan metode ini bisa menambahkan lebih sedikit partikel nikel. Electrospray membuat nikel pada batang karbon baterai terlapis sempurna dengan porositas yang rendah. Selain karbon baterai lebih luas. Biaya yang dibutuhkan lebih hemat,” ujarnya.

Coating dengan metode electrospray, dilakukan dengan menghubungkan batang karbon dan jarum metalik dari suntikan yang berisi larutan nikel dengan suplai energi listrik. Listrik tegangan tinggi dari suplai energi diatur agar partikel nikel membentuk Taylor cone.

“Setelah kondisi yang diinginkan tercapai. Partikel-partikel nikel akan terpancar dan menyelimuti batang karbon,” tambahnya.

Lebih lanjut Andre menjelaskan, jika pelapisan nikel pada baterai Zinc-Carbon dapat meningkatkan performa baterai hingga 130 persen. Karena performanya meningkat, maka masa penggunaan baterai akan semakin panjang. Harapannya limbah baterai bisa berkurang. Karena masyarakat tidak perlu sering mengganti baterai.

Inovasi ini dihasilkan melalui penemuan ide dan riset yang berlangsung selama satu bulan. Andre mengaku bahwa inovasi ini masih baru dan belum pernah ada sebelumnya. “Jadi, bisa dibilang kami yang mulai menggagas ide ini untuk kali pertama,” klaimnya.

Melalui bimbingan Dr Kusdianto ST MScEng, tim ini berhasil meraih medali emas dalam ajang kompetisi internasional ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021 sekaligus mendapatkan IYSA Special Award. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) pada 18 – 22 Februari 2021 lalu.

Setelah menjuarai kompetisi yang diikuti 505 tim dari 20 negara, tim ITS ini berharap idenya dapat diaplikasikan untuk mengurangi limbah baterai komersial yang ada di Indonesia.

“Semisal inovasi ini diaplikasikan, limbah baterai yang ada di Indonesia akan berkurang sebanyak 30 persen,” pungkasnya.


Reporter: M Faaza

Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 321 kali

Baca Lainnya