Kasuistika

Sabtu, 13 Maret 2021 - 04:21 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Diduga Proyek Pembangunan Plengsengan Dusun Genceng Desa Takeranklating Lamongan Tidak Transparan 

Lamongan,| klikku.net – Pelaksanaan proyek pembangunan plengsengan yang sedang dikerjakan  saat ini di Dusun Genceng Desa Takeranklating kecamatan Tikung di duga proyek tidak transparan karena tampak tidak adanya papan proyek terpasang di lokasi, selain itu informasi juga sangat minim diterima warga.

 

Beberapa warga sekitar proyek yang di konfirmasi awak media mengatakan proyek plengsengan ini merupakan proyek desa.

 

Terkait kejelasan atau titik terang proyek tersebut, klikku.net, mencoba menanyakan ke Kepala Dusun Genceng desaTakeran Klanting Gari. Disampaikan awalnya kami tidak tahu  adanya kegiatan proyek pembangunan plengsengan (TPT) diwilayahnya karena tidak ada informasi dari pihak desa.

“Saya baru tahu beberapa hari setelah dikerjakan. Itu pun saya dapat informasi dari warga yang lapor ke saya terkait proyek tersebut, baru saya datangi lokasinya saat jam istirahat,” ujarnya.

 

Dijelaskan Gari, bahwa hal ikhwal proyek pembangunan plensengan tersebut dirinya tidak tahu, ujuk-ujuk sudah ada pengerjaan pembangunan, baru berjalan 7 hari yang lalu.

Sementara terkait laporan warga bahwa itu proyek desa, Kepala Desa Takeran Klating Yasmuin melalui telepon seluler  mengelak  dengan tegas kalau proyek pembangunan plengsengan itu  proyek desa.

“Kalau proyek desa pasti kami yang mengerjakannya mas. Itu bukan proyek desa. Itu bantuan dari Gus Burhan. Dan sebelum proyek ini turun, Gus Burhan sudah pamit kepada saya. Yang penting mendapat bantuan,” katanya pada Jumat (12/3/2021).

Kami ditawari langsung oleh beliau bantuan proyek pembangunan plengsengan ini, karena kondisi plengsengan di lokasi tersebut sebelumnya ambrol tergerus oleh arus air yang deras akibat curah hujan yang tinggi. Kan, lumrah mas kita dapat bantuan ini karena saat pileg kemarin Gus Burhan mendapat biting (suara) di desa Takeranklating, tandasnya.

Bantuan proyek pembangunan dari salah satu anggota DPRD Lamongan menurut  Kades Takeranklating, desanya tahun 2021 ini  mendapat satu titik saja yakni di dusun Genceng.

Namun terkait spesifikasi proyek tersebut baik berapa besaran anggaran proyek dan asal anggaran, serta volume proyek pembangunan plengsengan di Dusun Genceng, kembali Yasmuin mengungkapkan dirinya tidak tahu menahu sama sekali.  Bantuan turun langsung dikerjakan oleh orangnya Gus Burhan. Dan menurut pantauan saya proyek ini baru dikerjakan 3 hari belakangan.

Dari pantauan awak media di lapangan tampak pembangunan proyek tersebut asal asal, tidak sesuai aturan yang berlaku seharusnya pihak pelaksana itu memasang papan informasi Publik yang tertera dalam.

Secara umum, terkait pemasangan papan nama proyek, ada sejumlah peraturan perundang-undangan yang dapat menjadi rujukan, antara lain yaitu:

1.    Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (“Permen PU 29/2006”)

2.    Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (“Permen PU 12/2014”)

Peraturan dimaksud yakni Undang – Undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Proyek tanpa plang nama proyek), melanggar Peraturan Presiden dan Undang – Undang.

Kewajiban memasang plang papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Selain itu ada Permen PU No.12 Tahun 2014 tentang pembangunan drainase kota, infrastruktur, jalan dan proyek irigasi. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.


Reporter : Wandi/ Widji

Editor   : Setya

Artikel ini telah dibaca 398 kali

Baca Lainnya