Daerah Hukrim

Sabtu, 10 April 2021 - 07:28 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Polresta Banyuwangi Ungkap Home Industri Senpi Rakitan 

Banyuwangi | klikku.net – Polresta Bayuwangi ungkap kasus pembuatan dan peredaran senjata api (senpi) ilegal, di sebuah home industri di Jalan Nusa Indah, 57 Desa Boyolangu, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (2/4/2021).

Menurut Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara, dalam kasus ini pihaknya mengamankan 4 (empat) orang tersangka, yakni NM (51) warga Kecamatan Giri Banyuwangi, IPW (48) warga Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, AW (33) warga Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi dan CS (66) warga Kecamatan Beji Kota, Depok Jawa Barat.

“Awalnya kami mendapat info, adanya sebuah home industri yang membuat senjata api modifikasi atau rakitan secara ilegal. Setelah penyelidikan dan penggerebekan, kami amankan tersangka NM, selaku pembuat atau produsen senpi rakitan itu. Ia mengaku belajar membuat senpi dari internet,” ujarnya, Sabtu (10/4/2021).

“Dari keterangan NM, akhirnya kami amankan 3 (tiga) tersangka lainnya yang berperan sebagai penjual, pemasok dan pembeli senjata api rakitan itu,” tambahnya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu senpi modif jenis M-16, satu senpi modif jenis lee-enfield, satu senpi modif M-16 singgle, dua magazine M-16, tiga magazine SS1, 53 amunisi senjata cis kaliber 22 MM, 40 amunisi tajam kaliber 7,62 MM, 160 proyektil CIS, tiga buah peredam dan barang bukti yang lain, termasuk alat pembuat senpi.

Serta satu pucuk senpi jenis M-16 modifikasi, satu pucuk senjata Rev modif, CIS kaliber 22 MM, satu senpi jenis FN-Browning, satu senpi laras panjang cis kaliber 22 MM serta 111 amunisi kaliber 5,55 MM, kaliber 9 MM dan CIS kaliber 22 MM serta dua magazine M-16 dan magazine FN-Browning.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyatakan, bahwa Derektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim akan memback up penuh pengungkapan senjata api (senpi) yang saat ini ditangani oleh Polresta Banyuwangi.

“Terhadap para tersangka, akan dijerat dengan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun penjara,” pungkasnya. (Ahmad) 


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 72 kali

Baca Lainnya