Daerah Hallo Polisi Kasuistika Pemerintahan

Rabu, 14 April 2021 - 06:01 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi (Foto : klikku.net / ist)

Ilustrasi (Foto : klikku.net / ist)

FMGD Tagih Profesionalitas Kinerja Polres Sumenep Atas Dugaan Kasus Pemalsuan Ijazah Mantan Kades

Sumenep | Klikku.net – Kasus dugaan pemalsuan ijazah beberapa tahun lalu yang diduga dilakukan oleh mantan Kepala Desa (Kades) Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur Akhmad Wail hingga kini masih belum ada kepastian hukum dan kembali menimbulkan reaksi warga setempat.

Sejak tahun 2018 silam kasus tersebut telah dilaporkan oleh aktivis LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) ke Polres Sumenep. Adapun Ijazah yang diduga palsu dan dipergunakan oleh mantan kades tersebut sebagai syarat administratif pada pencalonan di PAW (Pergantian Antar Waktu) desa setempat.

Sayangnya, meski berkas laporan sudah bertahun-tahun di meja Polres Sumenep, namun hingga saat ini belum ada kejelasan hukum.

Melalui sambungan WhatsApp Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menyampaikan bahwa kasus dugaan pemalsuan yang diduga dilakukan oleh mantan kades tersebut masih tetap dalam penanganan Polres, namun pihaknya harus mengikuti mekanisme yang ada agar terhindar dari kesalahan penindakan.

“Kasus tersebut tetap dalam penanganan Sat Reskrim Polres Sumenep, tetapi semua ada mekanismenya dan proses yang harus dilalui sehingga tidak salah langkah,” terangnya pada media klikku.net. Selasa, (13/04).

Disinggung apakah sudah pernah melalukan pemanggilan terhadap terlapor, Widi merespon bahwa hal tersebut merupakan tugas penyidik polres untuk melakukan pemanggilan. Bahkan dirinya meminta Jurnalis untuk bersabar.

“Itu ranah penyidik mas, untuk melakukan pemanggilan, Harap bersabar semua harus melalui proses dan SOP,” ujarnya bernada arahan.

Mantan kapolsek kota tersebut menambahkan kasus yang menimpa mantan Kepala Desa ini tidak singkat dan membutuhkan proses yang panjang bahkan harus mendatangkan tim ahli guna mengetahui kebenaran berkas (Ijazah) yang diduga palsu (Red).

“Memang prosesnya panjang mas, karena harus mendatangkan tim ahli,” katanya meyakinkan.

Akibat dari lambannya penanganan kasus tersebut memantik reaksi warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa Guluk-guluk (FMGD) mendesak Korp Bhayangkara ini untuk kembali serius dalam mengusut tuntas dugaan pemalsuan ijazah tersebut.

Bahkan, warga juga berkirim surat ke Polda Jawa Timur terkait kasus itu. hal demikian dilakukan agar segera ada kepastian hukum kepada masyarakat.

Dilansir dari salah satu media daring Ketua FMGD Ahmad Subli menjelaskan, pihaknya membutuhkan kepastian hukum dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan oleh mantan Kades hasil PAW Akhmad Wail. Sebab, kasus ini sudah menggelinding sejak 2018 lalu.

“Sudah dua tahun, tapi tak ada kepastian. Sehingga, masyarakat butuh kepastian,” katanya kepada wartawan.

Sebab, sambung dia, Desa Guluk-Guluk akan menggelar pesta demokrasi pilkades, maka seyogyanya kepastian hukum atas ijazah tersebut sangat dibutuhkan. Khawatir mencalonkan kembali dan menggunakan ijazah yang sama.

“Jangan sampai terjadi kembali. Maka, polisi harus memberikan kepastian atas laporan 2018 lalu,” ucapnya.

Sebenarnya, menurut Subli, dari hasil klarifikasi dengan nomor 002/IEU/2018 tertanggal 30 Januari 2018 menyatakan jika mantan kades Akhmad Wail itu tidak tercatat sebagai mahasiswa berdasarkan pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) STIE IEU, nomor seri ijazah 006/IEU-S2/IX/2011 juga ditengarai tidak sesuai dengan sistem penomoran kampus Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IEU Surabaya.

“Surat klarifikasi tersebut ditandatangani oleh Dr. Oscarius Yudha Ari Wijaya, M.H.,M.M selaku Ketua STIE IEU Surabaya, yang kala itu disampaikan saat salah satu aliansi meminta klarifikasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Subli meminta Pada aparat penegak hukum untuk tidak main-main dalam kasus ini. Melainkan harus diusut tuntas, apalagi terdapat fakta yuridis klarifikasi dari perguruan tinggi dimaksud.

“Kami minta ini diproses betul, agar ada kepastian hukum. Dan kami juga sudah berkirim surat ke Polda Jatim terkait kasus ini,” ungkapnya.

Sementara itu mantan Kepala Desa Guluk-guluk Akhmad Wail belum bisa dikonfirmasi untuk memberi tanggapan atas dugaan pemalsuan ijazah yang sedang diproses tersebut. Saat dihubungi melalui sambungan komunikasi WhatsAppnya tidak merespon meski jaringannya terlihat online.


Editor : Anam

Reporter : Holidi

Artikel ini telah dibaca 342 kali

Baca Lainnya