Hallo Polisi Kasuistika Kesehatan Pemerintahan

Minggu, 18 April 2021 - 07:35 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Amir Hamzah. Akademisi asal Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. (Foto : klikku.net / ist)

Amir Hamzah. Akademisi asal Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. (Foto : klikku.net / ist)

Amir Hamzah Mengutuk Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang

Bangkalan | klikku.net — Menanggapi viral di media sosial WhatsApp perihal adanya tindakan amoral/diskriminatif terhadap tenaga medis (perawat) di RS Siloam Palembang oleh oknum keluarga pasien. kini korban sudah resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang, Jumat (16/04/2021).

Amir Hamzah akademisi asal Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur menyayangkan serta mengutuk keras perbuatan oknum keluarga pasien pada salah satu perawat tersebut, menurutnya sikap reaktiv itu tidak sepatutnya terjadi mengingat para perawat sudah terikat sumpah dan janji profesi maupun jabatannya.

“Saya sebagai akademisi mengutuk tindakan tersebut karena perawat yang bersangkutan sudah melakukan tugasnya dengan profesional namun karena ada insiden pasien yang ditangani anak dibawah umur sehingga membuat anak tersebut memberontak dan membuat kedua porang tuanya panik secara berlebihan hingga berujung penganiayaan.” tegasnya pada media klikku.net melalui rilisnya.

Masih menurut Amir, dirinya menilai kejadian itu menunjukkan bahwa masyarakat masih beringas dan suka main hakim sendiri, dia juga menyangkan kejadian amoral tersebut terutama karena dirinya merupakan penganut adat ketimuran yang terkenal ramah, citra perawat bisa tercoreng apabila tidak ada perlindungan dari pihak terkait (Dinkes) dan juga masih kata Amir masyarakat seharusnya percaya pada penanganan tenaga medis karena biar bagaimanapun mereka telah disumpah sebelum jadi perawat untuk menjalankan profesinya sebaik mungkin.

“Dari kejadian ini ada beberapa poin sebagai bahan evaluasi 1. Harus ada perlindungan jelas bagi perawat mengingat tugas utama mereka adalah asisten dokter, 2. Masyarakat harus tahu tugas utama dan sumpah perawat, tidak boleh main hakim sendiri, 3. Pihak terkait (Dinkes) harus benar-benar memperhatikan Sumber Daya Manusia (Perawat) sebelum merekrut agar tidak terjadi pengkultusan profesi.” ujar Amir tegas.


Editor : Anam

Artikel ini telah dibaca 152 kali

Baca Lainnya