Kesehatan Pemerintahan

Senin, 26 April 2021 - 22:00 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Forkopimda Jatim Antisipasi Penyebaran Covid-19 Akibat Kepulangan PMI

Surabaya | klikku.net – Forkopimda Jatim bersama sejumlah stake holder gelar rapat pembahasan penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jawa Timur, di ruang Rupatama Mapolda Jatim, Senin (26/4/2021).

Dalam kegiatan ini, Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Comunity Development Unair Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si., menjelaskan terkait dengan Mutasi Virus Sars Cov-2 dan analisa, serta cara cara pencegahan, dengan penerapan protokol kesehatan, pengobatan bagi yang sudah terinveksi, serta vaksinasi untuk membentuk Herd immunity covid 19.

“Perlu adanya pencegahan mobilitas masyarakat, untuk mencegah munculnya varian virus baru. Yang dapat menimbulkan reinveksi pada masyarakat, baik yang sudah terinveksi maupun yang sudah vaksinasi,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto menyatakan, untuk penanganan PMI di Jatim. Forkopimda telah membentuk Satgas Repatriasi dengan susunan Dansatgas Pangdam V/Brawijaya, Wadansatgas Kapolda Jatim, Wadansatgas II Sekda Prov. Jatim, serta Penasehat Gubernur Jatim dan Pangkoarmada II.

“Dalam pelaksanaannya, nanti dibantu Subsatgas Bandara, Subsatgas Transportasi, Subsatgas Akomodasi/Karantina, Subsatgas Logistik dan Subsatgas Kesehatan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menambahkan, penanganan PMI di Jatim akan ditindaklanjuti dengan langkah langkah yang signifikan. Diantaranya adalah penyiapan personil Satgas Repatriasi dengan pendataan nomer ponsel, kesepakatan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai dasar pengendalian, penyimpanan sarana di beberapa tempat, seperti di Bandara, Rumah Sakit dan Tempat Karantina. Serta kesepakatan Prosedur PMI yang masuk.

Prosedur penanganan PMI yang datang, dilaksanakan swab pcr. Apabila hasilnya positif, maka akan dikarantina langsung sampai hasilnya negatif. Apabila sudah negatif, akan dikirim ke Kabupaten asal. Dengan catatan, dikarantina 3 hari terlebih dahulu.

“Prosedur ini akan dilaksanakan sampai tidak ada lagi PMI yang masuk ke Indonesia atau masa pandemi berakhir,” pungkasnya. (M Faaza)


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 44 kali

Baca Lainnya