Daerah Kasuistika Pemerintahan Politik

Selasa, 27 April 2021 - 18:11 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Yodika S.H paska dari ruangan pertemuan Pemda Bangkalan. (Foto : klikku.net / Anam)

Yodika S.H paska dari ruangan pertemuan Pemda Bangkalan. (Foto : klikku.net / Anam)

Difasilitasi Kapolres dan Dandim Bangkalan, Yodika Sepakati Pertemuan Ditunda Kamis Depan

Bangkalan | klikku.net — Kekecewaan dari beberapa Bacalon Kades dari empat desa dalam tahapan agenda Pilkades serentak 2021 di Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur terus bergulir, mereka meluapkannya dalam bentuk aksi unjuk rasa dan meminta keadilan pada bupati.

Kali ini pada Selasa (27/04) siang, mereka perwakilan dari empat desa kembali menggelar aksi di Kantor Pemda Bangkalan masih dengan tuntutan yang sama meminta untuk bertemu langsung dengan Bupati Bangkalan R. Abd Latif Amin Imron, yang mana aksi unjuk rasa juga dilakukan pada Senin (26/04) kemarin.

Namun begitu perwakilan massa aksi belum juga ditemui langsung oleh Bupati Bangkalan hanya ditemui oleh perwakilannya Muspida yakni Sekretaris Daerah (Sekda), TFPKD, Dandim dan Kapolres Bangkalan.

Yodika S.H kuasa hukum dari pihak Bacalon Pilkades Perreng Kecamatan Burneh paska keluar dari salah satu ruang pertemuan Pemda Bangkalan saat dimediasi oleh Dandim dan Kapolres menyatakan rasa kecewa karena hingga kini tuntutannya belum mendapat kejelasan dari Bupati Bangkalan bahkan masih dijanjikan untuk menggelar pertemuan kamis mendatang.

“Sebenarnya kami yang pertama sampaikan permohonan maf terhadap rekan-rekan media karena tadi ada pihak yang tidak memperbolehkan masuk keruangan untuk mendengarkan secara langsung pertemuan dari perwakilan empat desa dengan TFPKD kebetulan ada Muspida, itu ada pak Kapolres dan pak Dandim memang tadi pada saat pertemuan hanya memberikan suatu arahan terhadap kami beliau tidak mengintervensi hanya menjembatani untuk mempertemukan, akhirnya pertemuan dengan damai, tadi kami dipertemukan dengan TFPKD itu ada pak Encek ada pak Diet hadir juga Sekda, memang dalam pertemuan tersebut ada kekecewaan, sebenarnya kami meminta kejelasan itu dari TFPKD semenjak diberikan ditetapkannya calon ternyata sampai detik ini belum ada keterangan atau kejelasan dari TFPKD sehingga diagendakan pada hari kamis nanti,” ungkap Yodika pada awak media.

Sebab saat agenda mediasi tersebut kata Yodika pihak Muspida tidak bisa memberikan suatu penjelasan, bahkan pengakuan dari mereka harus berdasarkan kolektif kolegial sehingga Yodika memahami hal itu merupakan hasil kesepakatan berdasarkan kolektif kolegial diperoleh keputusan dari dan secara bersama-sama.

“Tidak bisa pak Encek sendiri yang menyampaikan akhirnya kami mendesak tadi disepakati pada hari kamis depan,” ujar Yodika dihadapan para awak media.

Untuk agenda aksi hari Rabu (28/04) Yodika selaku kuasa hukum dari Desa Perreng masih akan membicarakannya nanti, sebab menurutnya kalau untuk aksi berdasarkan kesepakatan sampai hari Kamis tidak ada sebab menurutnya dalam pertemuan tersebut sudah diberi waktu hari Kamis perwakilan dari empat desa akan dipertememukan di DPMD bersama TFPKD.

“Kita menghormati untuk menjaga kondusifitas, kami sampaikan asalkan TFPKD independen dan penuh kejujuran jadi tidak ada keberpihakan, memang kalau kami dari tim yang kami pertanyakan terlebih dahulu pada klien kami akan tetapi kami upaya hukum kalau klien kami sepakat melalui PTUN, tapi untuk gerakan dan upaya yang lain kami belum tahu kami serahkan sepenuhnya pada klien kami,” ungkap Yodika menjelaskan.


Editor : Anam

Artikel ini telah dibaca 163 kali

Baca Lainnya