Daerah Kasuistika Pemerintahan

Kamis, 6 Mei 2021 - 05:00 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Mashari Bakal Calon (Balon) Kades Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Foto : klikku.net / ist)

Mashari Bakal Calon (Balon) Kades Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Foto : klikku.net / ist)

Diduga Tidak Transparan PPKD Desa Payudan Daleman Disoal Balon Kades

Sumenep | Klikku.net – Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dikeluhkan beberapa Bakal calon kepala desa (Bacakades), lantaran dianggap tidak terbuka dan terkesan melakukan praktek nepotisme.

Mashari Bakal Calon (Balon) Kades yang merasa dirugikan atas tindakan PPKD melayangkan Surat klarifikasi kepada Panitia sebagai bentuk ketidak percayaan pihaknya terhadap kepanitiaan pilkades di desa setempat, pihaknya ingin memastikan bahwa panitia benar-benar berlaku adil dan transparan terhadap semua calon sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, Selasa (04/05).

Mashari mengatakan, dirinya sengaja melayangkan surat klarifikasi berkas bakal calon ke PPKD Desa Payudan Daleman yang ditembuskan kepada DPMD, DPRD Komisi I dan Bupati Sumenep, Karena ada indikasi panitia tidak transparan dan berlaku tidak adil dalam tugasnya.

Bahkan pihaknya mengaku saat menyetorkan berkasnya langsung ditolak dengan alasan karena ada persyaratan yang kurang saat ia mendaftarakan diri sebagai balon kades di desanya.

“Saat mendaftar semua persyaratan saya lampirkan dan setorkan kepada panitia, tapi tiba-tiba langsung ditolak dengan alasan kurang perpanjangan cuti sehingga semua berkas pendaftaran dikembalikan dan dianggap tidak lolos administrasi,” jelasnya kepada media ini, Selasa (04/05).

Ia menambahkan, alasan panitia menolak semua berkas pendaftaran dan menganggap dirinya tidak lolos lantaran ada satu persyaratan yang belum dipenuhi yaitu kurangnya masa cuti.

“Saya tidak tahu kalau ada persyaratan yang kurang, tiba-tiba panitia langsung menolaknya meskipun waktu tahapan sedang berlangsung,” ucapnya.

Menurutnya, panitia Pilkades Desa Payudan Daleman tidak transparan dan terkesan tertutup, bahkan tidak pernah berkomunikasi dengan bakal calon kepala desa terkait persyaratan berkas yang kurang lengkap.

Sementara itu, masih menurut Mashari, Bakal calon kades lain ada yang tidak memenuhi syarat dan juga tidak lengkap, misalnya dirinya mencontohkan atas nama Sasi Purwatiningsih bakal calon yang juga istri dari mantan kepala desa Payudan Daleman, istri mantan kades tersebut tiba-tiba melayangkan surat pengunduran diri ke Panitia Pemilihan Kepala Desa setempat padahal menurutnya istri mantan kades tersebut tidak pernah menjabat sebagai perangkat desa sebelumnya karena tidak ada dalam struktur organisasi desa payudan daleman.

Lanjut Mashari, dirinya sudah beberapa kali ke panitia untuk melakukan klarifikasi akan kebenaran salah satu bakal calon dengan meminta panitia menunjukkan berkas namun, usaha tersebut selalu gagal, PPKD desa setempat enggan menunjukkannya pada bakal calon yang lain.

“Melayangkan surat pemunduran diri sebagai perangkat kok ke Panitia, kenapa bukan ke Pemerintahan desa,” beber Mashari pada media Klikku.net.

Hal itu diduga dilakukan oleh PPKD desa setempat untuk memuluskan salah seorang bakal calon, dirinya menilai hal itu patut dicurigai panitia terindikasi ada main mata dengan bakal calon yang menurutnya Salah seorang bakal calon mendapatkan perlakuan khusus, Karena istri mantan kades tersebut telah melakukan proses yang tidak sesuai dengan prosedur regulasi yang berlaku.

“Sasi Purwatiningsih melampirkan surat pemunduran diri ditanda tangani oleh yang bersangkutan, sebagai perangkat desa Payudan Daleman. Belum memenuhi persyaratan kelengkapan berkas pendaftaran calon kepala desa yang hal itu sangat bertentangan dengan Perbub No. 54 tahun 2019 yang diubah dengan Perbub No. 15 tahun 2021 tentang pencalonan, pemilihan, pengangkatan, pelantikan dan pemberhentian perangkat desa,” jelasnya.

Hingga turunnya berita ini Ketua Pilkades Desa Payudan Daleman saat dihubungi via telepon belum dapat tersambung.


Editor : Anam
Reporter : Holidi

Artikel ini telah dibaca 322 kali

Baca Lainnya