Nasional

Jumat, 7 Mei 2021 - 07:13 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Polisi Bermain Narkoba Melibatkan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya

Jakarta | klikku.net – Penangkapan terhadap 5 oknum polisi dan 3 warga sipil yang dilakukan di
Hotel Midtown, Surabaya, pada Jumat ( 28/4/2021) dini hari lalu.
Penangkapan yang dilakukan oleh DIV Paminal Mabes Polri atas penyalahgunaan Narkotika, kini merambah kepada Kasat Narkoba Polrstabes Surabaya AKBP Memo Ardian.

Sebelumnya penangkapan yang dilakukan oleh DIV Paminal Mabes Polri terhadap 5 anggota kesatuan Narkoba Polrestabes Surabaya yang saat ini menjadi terperiksa antara lain Kanit III Satnarkoba IPTU Eko Julianto, Kanit I Satnarkoba IPTU Made Sutanaya, anggota opsnal yakni Aipda AP, Brigadir S dan Brigadir PS, beserta warga sipil lainya yakni CC, D dan IS.

Awal penangkapan kepada 5 oknum kepolisian dan 3 warga sipil dibenarkan oleh Kapolretabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir.
“Ada dua perwira yang diamankan yakni EJ, dan MS serta tiga anggota opsnal yakni Aipda AP, Brigadir S dan Brigadir PS. Tiga warga sipil yakni CC, D dan IS,” paparnya.

Namun saat di pertanyakan terkait keterlibatan Kasat Narkoba AKBP Memo Ardian, Kapolrestabes Surabaya menyatakan tidak dibenarkan. Seperti yang di kutip dan diberitakan oleh beberapa media nasional waktu lalu, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir memberikan keterangan bahwa yang ditangkap oleh DIV Paminal Mabes Polri adalah 5 anggotanya.

Namun keterangan yang diberikan oleh Kombes Pol Johnny Edison Isir terpatahkan dan berkembang hingga melibatkan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian menjadi terperiksa bukan saksi.

Dari sumber lain yang berada di DIV Paminal Mabes Polri, bahwa AKBP Memo Ardian juga menjadi terperiksa bukan kasus penggunaan narkoba dan berpesta narkoba di hotel Midtown, namun karena penyalahgunaan kode etik kesatuan Kepolisian.

Nara sumber dari salah satu anggota DIV Paminal Mabes Polri yang berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) tidak berkenan disebut namanya menceritakan. “Memang 2 Kanit dan 3 anggota ditangkap oleh DIV Paminal Mabes Polri terkait polisi nakal yang berpesta narkotika, sedangkan untuk AKBP Memo sendiri juga di tangkap karena ditemukan barang bukti hasil 86 narkoba atau kasus damai tentang narkoba,”ujarnya, Jumat (7/4/2021).

Diceritakan penangkapan kepada AKBP Memo Ardian bermula saat DIV Paminal Mabes Polri melakukan penangkapan kepada 2 perwira dan 3 anggota Sat Narkoba Polrestabes. Di handphone perwira polisi yang berpangkat Kanit III Satnarkoba IPTU Eko Julianto dan Kanit I Satnarkoba IPTU Made Sutanaya ditemukan ada bukti perbincangan dengan AKBP Memo. Perbincangan tersebut tertera adanya proses damai tentang kasus narkoba senilai 400 juta, antara Sat narkoba Surabaya dengan salah satu pelaku.

Dari penangkapan awal kepada 5 polisi dan 3 warga sipil yang berada di Hotel Midtown, lantas pihak DIV Paminal Mabes Polri melakukan tes Urin kepada 5 anggota polisi. Hasil tes Urin dinyatakan positif penguna narkoba, sedangkan negatif untuk tes Urin kepada AKBP Memo, namun saat diperiksa di ruang kerjanya ditemukan barang bukti sebesar 127 gram sabu dan beberapa butir ekstasi.
“Barang bukti yang ditemukan di ruang kerja Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya itu tidak di laporkan dan harusnya di simpan di gudang barang bukti,” tambah keterangan anggota DIV Paminal Mabes Polri.

“Dari kelima anggota Polisi dan tiga warga sipil sekarang ditangani Polda Jatim tetang kasus penggunaan narkoba, sedangkan Kasat Narkoba polrestabes Surabaya juga di tangkap Polda Jatim atas kasus penyalahgunaan kode etik kepolisian yaitu tidak melakukan penangkapan kepada pengedar narkoba,” tutup salah satu anggota DIV Paminal Mabes Polri.

Reporter. : Rus
Editor. : Yanto

Artikel ini telah dibaca 4030 kali

Baca Lainnya