Daerah Kasuistika Pemerintahan Politik

Sabtu, 8 Mei 2021 - 07:36 WIB

1 bulan yang lalu

logo

(Foto : klikku.net / ist)

(Foto : klikku.net / ist)

Diduga Tidak Ada Musdes, Pemilihan Ketua Panitia Ditunjuk Via Telepon

Sumenep | klikku.net — Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Batuampar, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga asal-asalan dan tidak sesuai regulasi.

Mantan ketua BPD Desa Batuampar, Syamsul membeberkan pada media ini proses pembentukan kepanitiaan di desanya tanpa melalui regulasi Musyawarah Desa (Musdes), Pihak BPD desa setempat hanya membacakan hasil tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu.

Parahnya, lanjut mantan ketua BPD ini, pada saat pembentukan kepanitiaan sudah melewati batas tahapan pembentukan yang sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Sumenep, tidak hanya itu untuk posisi ketua panitia BPD setempat menunjuk Mustafa Afif yang pada saat pembentukan tidak berada dilokasi dan hanya dihubungi via telepon.

“Tidak ada mas, Afif selaku ketua P2KD tidak sedang di lokasi, lokasinya di rumah Yahya Sekdes, dia sedang di Jakarta dan dihubungi via telepon,” bebernya pada tim media klikku.net, Kamis (06/05) siang.

Dihubungi terpisah, Agus Wakil Ketua P2KD Batuampar via WhatsApp mengamini akan hal itu, dirinya mengaku pelaksanaan pembentukan kepanitiaan Desa Batuampar ditempatkan di rumah Yahya yang mana saat ini menjabat Sekretaris Desa (Sekdes) Batuampar.

Agus juga menjelaskan, pelaksanaan pembentukan P2KD dilakukan pada tanggal 14 April 2021 lalu, di rumah Yahya karena balai desa setempat ambruk, disinggung soal kapan terakhir Musdes, pria yang akrab disapa Agus itu tidak tahu menahu dan terkesan ada sesuatu yang dirahasiakan (Red).

Wakil Ketua P2KD itu juga mengaku perihal terpilihnya Afif tidak melalui proses Musdes sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku karena saudara Mustafa Afif hanya dihubungi via telepon dan dirinya sedang berada di Jakarta. Ngakunya pada media ini, Kamis (06/05).

Terpisah, Saat Mustafa Afif ketua panitia P2KD Batuampar dihubungi media ini dirinya meminta maaf dan menuding bahwa media klikku.net sudah salah orang karena telah menjadikannya sebagai narasumber. “Mohon maaf, anda salah orang kalau menjadikan saya sebagai narsum,” ujarnya, Kamis (06/05).

Bahkan, ketua yang dipilih via telepon ini terkesan memimpong media untuk langsung melakukan konfirmasi pada pihak kecamatan setempat karena menurutnya waktu pelaksanaan pembentukan panitia di Desa Batuampar juga dihadiri pihak Forpimcam dan juga keamanan.

“Konfirmasi lengkapnya, ke sana saja. Kami tidak punya kewenangan untuk membicarakan hal-hal yang sudah selesai dan final. Makanya segera bicara kesana. Yang mengangkat dan mengesahkan juga pihak sana,” sarannya berkilah.

Saat disinggung soal keberadaan dirinya pada waktu pembentukan panitia berlangsung dirinya enggan berkomentar dan terkesan mengakui bahwa dirinya benar-benar hanya dihubungi via telepon. Bahkan Afif menyampaikan jika dirinya punya hak untuk menjawab tidaknya pertanyaan media, dirinya hanya akan menampung apapun bentuk laporan yang masuk pada pihaknya (Red).

“Saya punya hak untuk menjawab atau tidak, yang jelas semua laporan, atau apapun bentuknya, kami tampung,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada hari kamis, (05/05) lalu sejumlah warga desa Batuampar berbondong-bondong mendatangi kantor kecamatan setempat untuk meminta klarifikasi akan adanya indikasi pembentukan kepanitiaan di desanya benar-benar tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun hal itu kandas dilakukan karena sejumlah tokoh dan warga Desa Batuampar tersebut tidak ditemui P2KD, meski pihaknya sudah melayangkan surat sebelumnya pada pihak kecamatan agar menjembatani antara warga dan panitia.

“Kami sudah melayangkan surat pada tanggal 30 April 2021 untuk pertemuan bulan Juni sesuai surat yang beredar,” tulis Abd Basith dalam surat.

Diketahui Pesta demokrasi lima tahunan serentak gelombang kedua tahun ini kembali akan digelar di beberapa desa, se kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.


Editor : Anam
Reporter : Holidi

Artikel ini telah dibaca 303 kali

Baca Lainnya