Daerah Kasuistika Pemerintahan

Sabtu, 8 Mei 2021 - 16:41 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Kanan, Azis Bendahara Perkumpulan Jurnalis Bangkalan, bersama jajaran pengurus LSM pegiat antikorupsi Jawa Timur. (Foto : klikku.net / Anam)

Kanan, Azis Bendahara Perkumpulan Jurnalis Bangkalan, bersama jajaran pengurus LSM pegiat antikorupsi Jawa Timur. (Foto : klikku.net / Anam)

Naikkan Status Peyidikan, Kejari Bangkalan Banjir Dukungan Ungkap Dugaan Hilangya 15 Milyar PD Sumber Daya

Bangkalan | klikku.net — Aroma Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) uang negara di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Sumber Daya Bangkalan, Jawa Timur kian semerbak, hal itu semenjak Kejaksaan Tinggi Bangkalan baru ini setelah melewati waktu penyelidikan selama tiga bulan dan menaikkan statusnya pada peyidikan.

Masyarakat Kabupaten Bangkalan kian geram dan memberikan dukungan pada APH (Kejaksaan Tinggi Negeri) untuk segera menemukan kejelasan baik jumlah kerugian negara secara pasti juga menetapkan oknum tersangkanya.

“Kami sangat mendukung Kejari Bangkalan untuk segera menetapkan tersangka dugaan pencurian uang negara Rp 15 Milyar rupiah lebih itu di BUMD PD Sumber Daya Bangkalan itu mas,” ujar Azis warga Kecamatan Burneh geram.

Azis yang juga merupakan Bendahara Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan) mengaku merasa miris ditengah sulitnya perekonomian masyarakat semasa pandemi covid-19 masih ada dugaan oknum pejabat yang berperilaku tidak terpuji dengan mengambil keuntungan pribadi dari uang negara.

“Uang sebanyak itu mestinya dikelola dengan baik oleh para pejabat PD Sumber Daya yang dipercaya untuk mensejahterakan masyarakat khususnya di Kabupaten Bangkalan, terlebih dimasa pandemi Covid-19 ini mas, malah sebaliknya kita mendapat kabar uang itu diduga hilang atau dikorupsi,” keluhnya saat dikonfirmasi, Sabtu (08/05) malam.

Sebelumnya melalui pers rilis pada Jumat (07/05), oleh Kasi Intel Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana menerangkan mengenai perkembangan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi dalam BUMD Bangkalan yang dalam proses penyelidikan diketahui ada indikasi kerugian negara saat penyertaan modal oleh PD Sumber Daya pada PT. Tanduk Majeng pada Tahun 2020-2021 dengan kisaran kerugian negara sekitar 15 Milyar, sehingga statusnya oleh pihak Kejari dinaikkan dari tahap penyelidikan menjadi tahap penyidikan.


Editor : Anam

Artikel ini telah dibaca 252 kali

Baca Lainnya