Hukrim

Selasa, 11 Mei 2021 - 09:40 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Bongkar Sindikat Pembuat Hasil Swab Ilegal

Surabaya | klikku.net – Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, membongkar sindikat dugaan pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19. Lima tersangka yang diringkus, ditengarai sudah memproduksi dan menjual sekitar 600 lembar surat keterangan palsu dalam kurun waktu 4 (Empat) bulan terakhir.

Mereka adalah, NH (33) warga Jalan KH. Gasbullah Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. SG (36) warga Jalan Pabean, Kelurahan Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. MZA (22) warga Desa Pagerwojo, RT 17/ RW 04, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. IB (51) warga Jalan Malik Ibrahim Kuwangsan RT 006/003 Sedati, Sidoarjo, dan IF (27) warga Jalan Petukangan Ampel, Surabaya.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mereka diamankan di Jalan by pass, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. “Kelima tersangka ini mempunyai peran masing-masing,” ujarnya, Selasa (11/5/2021)

Tersangka NH berperan sebagai pembuat surat keterangan dokter palsu (hasil rapid test swab antigen dan swab PCR), AF berperan sebagai Pembuat/Pencetak surat keterangan dokter palsu (hasil rapid test swab antigen dan swab PCR)

“Sedangkan tiga tersangka lain yakni IB, SG dan MZA, berperan mencari pemesan surat keterangan hasil rapid test swab antigen dan swab PCR (marketing),” tambahnya.

Sementara itu Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menjelaskan, modus operandi yang dilakukan para tersangka adalah, secara bersama-sama memasarkan surat keterangan hasil Swab Antigen dan Swab PCR milik RS Sheila Medika kepada pemesan yang memerlukan, tanpa dilakukan pemeriksaan.

“Selama 4 (empat) bulan terakhir, para pelaku sudah menjual sekitar 600 lembar surat keterangan hasil rapid test swab antigen palsu,” ujarnya.

Surat Keterangan yang dipalsu adalah milik RS Sheila Medika, yang beralamat di Jalan Letjen Wahono No. 77-79 bypass Juanda Baru, Sedati Gede, Sedati, Sidoarjo.

“Dimana tersangka NH sebelumnya merupakan OB di RS Sheila Medika. Namun sudah diberhentikan 4 (empat) bulan yang lalu,” tambahnya.

“Sementara tersangka SG, MZA dan IB, membeli surat keterangan hasil swab antigen palsu seharga Rp 100 ribu, lalu dijual seharga Rp. 250 ribu. Sedangkan untuk surat keterangan hasil swab PCR dibeli seharga Rp 400 ribu. Lalu dijual seharga Rp. 650 ribu. Pemesan adalah para penumpang pesawat terbang dan penumpang travel,” pungkasnya.

Dari kasus ini, diamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 1,2 juta, 4 (empat) lembar hasil rapid test swab antigen palsu yang sudah jadi beserta amplop, 1 (satu) bendel blangko kosong rapid test swab antigen kop surat RS Sheila Medika beserta amplopnya, serta 1 (satu) bendel surat rapid test swab antigen kop surat RS Sheila Medika yang salah print.

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) KUHP Subsider Pasal 268 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.


Reporter: Setya

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya