Lifestyle Wisata

Minggu, 16 Mei 2021 - 06:04 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Cantiknya Tabebuya Hiasi Momen Lebaran di Surabaya

Surabaya | klikku.net – Mekarnya Bunga Tabebuya warna kuning, ikut menyemarakkan Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah di Kota Surabaya, Minggu (16/5/2021).

Keindahan bunga ini bisa didapati sejumlah kawasan, seperti Jalan Raya Ahmad Yani, Jalan Raya Darmo, Jalan Mayjen Prof. Dr. Moestopo, Jalan Kalidami, Jalan Banyu Urip, Jalan Panjang Jiwo, Jalan Kedungdoro, hingga Jalan JJemursari

Menurut Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Anna Fajriatin, , Bunga Tabebuya memang biasa mekar saat cuaca panas.

“Sejak sebelum lebaran hingga saat ini, bunga itu mulai bermekaran. Meski akan rontok saat tertiup angin. Namun, bunga itu akan mekar lagi. Uniknya, yang mekar kali ini rata-rata Bunga Tabebuya warna kuning. Meski di Surabaya, spesiesnya ada warna putih dan pink juga,” ujarnya.

Anna juga menyebutkan, jika Bunga Tabebuya yang saat ini menjadi salah satu ikon Kota Surabaya, sudah menyebar di berbagai titik di seluruh Kota Surabaya.

“Hampir semua jalanan Surabaya sudah ditanami Bunga Tabebuya. Karena di setiap rayon DKRTH, diwajibkan menanam Tabebuya sejak beberapa tahun silam. Jadi saat ini jumlahnya sudah sangat banyak,” tambahnya.

Hingga saat ini, diperkirakan jumlah pohon Bunga Tabebuya yang ditanam Pemkot Surabaya sudah lebih dari 1500 batang pohon. Tabebuya dipilih untuk ditanam di pinggir jalan. Selain karena bunganya yang menarik, pohonnya juga cepat tumbuh besar.

Apalagi, tanaman bernama latin handroanthus chrysotrichus asal Brazil itu, termasuk jenis tanaman yang bisa tetap tumbuh dengan baik di iklim apapun.

“Perawatannya juga sederhana. Tidak ada kesulitan. Kami biasa memberikan pupuk organik dari hasil proses pengomposan sampah setiap empat bulan sekali. Serta penyiraman pohon secara rutin,” ungkap Anna.

Karena jumlahnya yang semakin banyak, Anna berharap masyarakat Surabaya turut menjaganya. “Jika ada oknum yang usil dengan menancapkan paku di pohon, agar segera dilaporkan ke jajaran DKRTH. Agar paku yang ditancapkan itu bisa segera dicabut. Sebab, bagaimana pun juga, mereka ini adalah makhluk hidup yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (@hmad) 


Editor: Joe Meito

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya