Daerah Kasuistika Politik

Selasa, 18 Mei 2021 - 12:21 WIB

1 bulan yang lalu

logo

(Foto : klikku.net / ist)

(Foto : klikku.net / ist)

Pakar Hukum Unair; Kalau Jujur dan Terbuka Kenapa Tertutup Bagi Media

Gresik | klikku.net — Pakar Hukum Pidana dari Universitas Airlangga (Unair) I Wayan Titib Sulaksana menyebut bahwa perekrutan perangkat Desa harus mengikuti sistem hukum nasional dan terbuka.

“Panitia, ikutilah sistem hukum nasional, harus terbuka dalam segala prosesnya di hadapan masyarakat dan media, Itu indikasi ketidak jujuran panpel seleksi perangkat desa, lha nek jujur, adil dan terbuka kenapa tertutup utk diliput media…?” kata Wayan titib, senin (17/5).

Wayan titib juga mengingatkan permasalahan yang akan timbul jika proses yang masih dipermasalahkan saat perekrutan ternyata dipaksakan pelantikan, dirinya berharap pihak Bupati dan Camat bisa lebih tegas melihat keluhan masyarakat munggugebang dan awak media.

“Satu saja, kalau inspektorat menemukan alat bukti yang cukup tentang dugaan kecurangan dalam seleksi ya batalkan saja perangkat desa yg terpilih secara curang.” Tegas Wayan.

Menurut Wayan, jika tes dilakukan secara adil dan terbuka maka panitia harusnya menggandeng pihak ketiga untuk pengadaan materi soal tes tulis,

“Hal itu (soal ujian) harusnya hanya keluar melalui pihak ketiga yang tidak punya kepentingan dengan para calon, ya harus menggandeng pihak ketiga agar netralitas bisa terjaga,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sampai saat ini rekom untuk pelantikan pemenang tes P3D Munggu gebang masih belum di tenda tangani Camat Benjeng, Suryo Wibowo, Camat menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberi rekom sebelum ada hasil final investigasi dari Inspektorat.

“Masih menunggu hasil dari inspektorat,” singkat Camat Suryo.

Sebelumnya, Pihak Kecamatan telah menerima hasil tes ujian perangkat Desa Munggugebang yang bertempat di Balai Desa setempat, dalam tes tulis tersebut Puluhan wartawan di larang untuk masuk ke dalam halaman kantor Desa, Pagar balai desa ditutup dan di kunci dari dalam oleh Pihak Panitia.

Selain dituding tidak terbuka, yang membuat tudingan kecurangan adalah tumbangnya salah satu Peserta tes yang merupakan jebolan Universitas ternama oleh pasangan suami istri yang saat pendaftaran menggunakan ijazah kejar paket C.(Sukarji/Wandi).


Editor : Anam

Reporter : Sukarji/Wandi

Artikel ini telah dibaca 199 kali

Baca Lainnya