Daerah Hallo Polisi Hukrim

Selasa, 25 Mei 2021 - 16:17 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Mengenakan kaos berwarna orange anggota DPRD Bangkalan Fraksi Gerindra tersangka pembunuhan menggunakan senjata api rakitan. (Foto : klikku.net / ist)

Mengenakan kaos berwarna orange anggota DPRD Bangkalan Fraksi Gerindra tersangka pembunuhan menggunakan senjata api rakitan. (Foto : klikku.net / ist)

Polres Bangkalan Lakukan Penahanan Pada Anggota DPRD Fraksi Gerindra Tersangka Pelaku Pembunuhan

Bangkalan | klikku.net —  Polres Bangkalan, Jawa Timur lakukan penahanan pada oknum tersangka anggota DPRD fraksi Gerindra karena diduga menjadi eksekutor pembunuhan menggunakan senjata api rakitan ilegal.

Pada media AKP Sigit Nursiyo Dwiyogo Kasatreskrim Polres Bangkalan menerangkan pihaknya melakukan penahanan pada tersangka H anggota DPRD Fraksi Gerindra tersebut berdasarkan kelengkapan hasil proses pemeriksaan laboratorium uji kualistik antara barang bukti senjata api dan proyektil yang bersarang ditubuh korban.

“Jadi untuk tersangka H pemeriksaannya sudah lengkap hasil laboratorium terkait uji kualistik senjata sudah kami terima dan antara proyektil dengan senjata yang ditembakkan sesuai, bahwa senjata itu yang digunakan untuk melakukan penembakan terhadap korban jadi mulai hari ini (Selasa 25/05/2021, Red) terhadap tersangka H kami lakukan penahanan,” ujar AKP Sigit saat press konferensi, Selasa (25/05) siang.

Penahanan pada tersangka H tersebut menurut Sigit diperkuat dengan kesesuaian dengan barang bukti dan keterangan saksi bahwa tersangka H yang melakukan penembakan sebagai eksekutor.

Juga pihak polres menyebutkan ada 11 item dalam rekonstruksi, namun masih kata Sigit yang memiliki pistol itu sebenarnya Sofwan korban pembunuhan di Arosbaya yakni pamannya H, sedangkan status pistol rakitan dan tidak ada ijin, sedangkan dilakukannya rekonstruksi yakni untuk menentukan dan memperjelas peran H saat terjadinya penembakan itu.

Untuk undang-undang yang dijeratkan yakni pasal 340 jo 55 KUHP 338 jo 55 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pembunuhan biasa dengan ancaman 20 tahun Penjara.

Sedangkan motif yang diakui tersangka H, kata Sigit disebabkan pelaku merasa sakit hati karena pegawainya atas nama S itu kehilangan sepeda motor di rumah atau tokonya terduga pelaku, namun saat mendatangi korban L yang diduga sebagai pelaku pencurian untuk mengembalikan paska melakukan pencurian sepeda motornya ternyata L melawan disitulah kata Sigit terjadinya penembakan.


Editor : Anam

Artikel ini telah dibaca 163 kali

Baca Lainnya